Demo Blog
Bookmark and Share

'' Aku ''

by Cnak Dozzy >>>

Aku adalah seorang wanita yang sedang mencari makna hidup, arti nafas, yang sedang belajar mencari arti kehadiran demi kehadiran n kepergian demi kepergian...!Aku adalah wanita di titik NOL di kebun hikmah yang tidak memiliki apa yang seharusnya aku miliki karna pecinta ILLAHI konon hanya ingin memiliki n dimiliki ALLAH, ingin menjadi TIADA hingga bertahta ALLAH saja, hingga tinggal jiwa sederhana tanpa berbalut dunia.

Aku adalah perempuan yang sedang mencoba belajar tentang arti IKHLAS, arti SABAR, arti MENCINTAI n DICINTAI, arti MEMAAFKAN, arti TAWAKAL, arti TIADA_ADA_TIADA, bukankah tak ada yang abadi dibumi ini, bahagia tak abadi, deritapun tak abadi, n insyaallah apa yang ku tulis disini bisa memberi sedikit pelajaran tuk mencintai n mengobati luka sekaligus n yang pasti aku sedang mencari ridho ILLAHI pemilik nafasku agar ketikaku pulang nanti, mudahlah sakaratul maut bagiku.
»» READ MORE..
1 komentar Beri komentar Anda di sini...

'' Andai Saja ''

by Cnak Dozzy >>>

Belakangan ini aku jadi makhluk cengeng. Menangis tanpa sebab, atau bersedih karena sebab tertentu. Segala kekonyolan yang tak seharusnya aku buat, aku lakukan juga akhirnya. Mencari tau tentang sesuatu yang sebelumnya tak pernah aku kenal sebelumnya. Dan kamu harus tau, ini menyakitkan.
Tak ada yang bisa membuatku menangis seperti ini kecuali kamu. Dan untuk pertama kalinya kamu membuatku seperti orang tolol yang sibuk mengais-ngais sesuatu yang bahkan tak pernah aku tau sebelumnya. Sibuk menduga-duga dan akhirnya mencoba untuk mengabaikan segala perih itu, meski akhirnya rasa sakit yang tersisa.

Dan sialnya, sepertinya kamu pun mengabaikan rasa sakit itu. Hmm…bukan mengabaikan mungkin, tapi mencoba untuk membuat aku tak teringat akan rasa sakit itu. Kamu membuat segalanya menjadi nyaman lagi, seperti kemarin. Tapi kamu tau, semua tak akan sama lagi sekarang. Kamu sudah lihat, bahwa aku tlah berbeda sekarang. Orang yang berbeda dari sebelum aku mengetahui tentang semuanya.
Jadi, kalau sekarang kamu lihat aku, kenal aku, ada yang berubah dariku, semoga kamu bisa memaklumi bahwa bagaimanapun, rasa sakit ini susah untukku hilangkan begitu saja. Tak segampang itu.Aku memaafkan kamu, tapi yang jelas, sampai kapanpun aku tak akan pernah bisa melupakan setiap detil yang membuat hatiku patah n berdarah lagi.
»» READ MORE..
0 komentar Beri komentar Anda di sini...

'' UntukMu ''

by Cnak Dozzy >>>

Kutulis semua ini dalam kegalauan
Merenungi kebodohanku
Tak pernah terfikir kan seperti ini
Kau yang selalu mendengar keluhku
Kau yang selalu menemani tawaku
Selalu bisa menuntunku saatku terjatuh

  Rasaku  t'lah bersemi  untukmu
  Asaku t'lah terpaut padamu
  Selama ini hanya ku pendam sendiri
  Ku takut.......bila kau tau
  Kau akan menjauh dariku
  Tak lagi dapat ku melihat tawa konyolmu
  Ternyata........ku salah
  Hanya penyesalan yang kini kecap

Tak kusangka
Kau pergi begitu cepat
Tinggalkan harapan untukku
Rasa ini hanya menjadi kenangan
Kenapa.............................
Kenapa tuhan mengambilmu dariku
Mengambil tawaku
Mengambil semangat hidupku

  Hanya deburan ombak yang dapat ku pandang
  Tuk mengenang hari hariku bersamamu
  Sahabat terbaik ku...........
  Semangatku..........
  Tawaku........
  Rasa ini masih tersimpan untukmu
  Harapanku...........
  Kau selalu melihatku
  Dari tempat terindahMU'
»» READ MORE..
0 komentar Beri komentar Anda di sini...

'' Rindu ''

by Cnak Dozzy >>>

Awalnya ku tak sungguh sungguh menyukaiMu
Kemudian sedikit demi sedikit ku mulai menyayangiMu
Tapi kini kau semakin terasa jauh dariku
Tak tau kenapa begitu
Seperti daun yang tertiup angin
Entah sanggup ku meraih entah tidak
Aku merindukanMu
Ku hanya bisa menuliskannya pada selembar kertas
Kertas putih yang bersih tanpa noda
Bertapa ku merindukanmu
Rindu n
Rindu
Hari hariku sunyi tanpaMu........'
»» READ MORE..
0 komentar Beri komentar Anda di sini...

'' Kegagalan Berbuah Iman ''

by Cnak Dozzy >>>

Ya allah…
dia terlalu indah untuk hamba lupakan…
terlalu sedih jika hamba kenang…
betapa hati teramat sedih…
mengenang semua yang berasal darinya...
Ya allah…
masih membekas bayangan akan dirinya…
yang telah mengisi relung hati ini…
disetiap sapaannya… serta disetiap kata-katanya…
mengandung keceriaannya...
Ya allah…
hamba memang lemah…
tapi mengapa dia memberikan hamba harapan?
seraya hambapun langsung melayang…
langksana burung yang bebas kemana-mana…
Ya allah…
kini hamba telah jatuh dari langit dan hancur berkeping-keping…
tertembak oleh peluru yang tepat pada bagian sayap...
sekarang hambapun tau… harapan itu palsu…
sayap ini pun sudah rapuh dan tak bisa terbang kembali…
Ya allah…
andaikan hamba boleh memilih…
hamba kan memilih menjadi bagian dari lautan-Mu…
karena sekalinya ternoda…
ia kan cepat kembali bersih dan tertata seperti semula…
Ya allah…
apabila ini sudah menjadi takdir hamba…
bimbinglah hamba kejalan yang  benar…
jangan kau sesatkan hamba karena kegagalan seperti ini…
hamba yakin dengan kegagalan ini… agar hamba menjadi lebih beriman pada-Mu…AMIN.
»» READ MORE..
0 komentar Beri komentar Anda di sini...

'' Penyesalan ''

by Cnak Dozzy >>>

Kini aku semakin terpuruk
Terporosok di jurang yg dalam
Tak ada yg membantu atau menyongsongku
Untuk keluar menghirup udara lepas
Oh tuhan mengapa menjadi seperti ini ?
Bukan ini yg kuinginkan
Kekecewaan, kekesalan, kecemburuan
Rasa iri, dengki, amarah, nafsu dan kebingungan
Melainkan suatu sisi yg indah
Saat ku bisa membagi diriku dlm dua fase yg berbeda
Jika aku telah salah langkah
Mohon kau ingatkan aku,mohon kau arahkan aku
Jangan kau biarkan aku semakin terpuruk sepi seperti ini
Karna sesungguhnya aku tak tahu apa yg harus aku lakukan
Aku hanya bisa melihat, tanpa merasa
Terdengar gemuruh tawa, tanpa meraba
Membuatku kosong dalam hampa
Itu karma untuk diriku yang tega n
kini hanya menanti fajar menyingsing
Berharap ini hanyalah sebuah mimpi dalam benakku......'
»» READ MORE..
0 komentar Beri komentar Anda di sini...

'' Kebiasaan Hidup Jujur ''

by Cnak Dozzy >>>

Tanpa kejujuran kita tidak akan bisa m'jadi pribadi yang utuh,bahkan bisa merusak harga diri d'depan anda sendiri,jadi mulailah dari sekarang membiasakan diri bersikap jujur,tidak saja k'pada diri sendiri tapi juga k'pada orang lain,mulailah mengatakan kebenaran,meskipun itu mengandung resiko,bila anda berbohong,kendalikanlah kebohongan anda itu sedikit demi sedikit....!'Semoga Kita Semua Bisa Menjadi Pribadi Yang Jujur.......AMIN'
»» READ MORE..
1 komentar Beri komentar Anda di sini...

'' Tidak Mudah Untuk Menjalin Persahabatan ''

by Cnak Dozzy >>>

Tidak mudah untuk menjalinkan persahabatan

Andainya

Tiada kecocokan dalam jiwa

Tiada ketabahan dalam hati

Tiada keikhlasan dalam diri

Namun

Apabila terjalin sebuah persahabatan

Yang benar – benar suci dan tulus

Suka duka dirasakan bersama

Riang gembira dirasa seadilnya

Kasih dan sayang dicurah sebaiknya

Kadang kala

Jalinan persahabatan meringankan beban

Kadangkala juga

Jalinan persahabatan benar – benar menyiksa

Tapi

Bagi mereka yang memahami arti persahabatan

Akan menghargai

jalinan itu seadanya.
»» READ MORE..
0 komentar Beri komentar Anda di sini...

Sahabat Bloggerku

by Cnak Dozzy >>>

Halaman untuk Sahabat dengan adanya saling bertukar link dan informasi bisa mempererat tali silaturahmi diantara para sahabat semua, Silahkan sahabat pasang kode link saya di blognya sahabat dan konfirmasikan ke saya di kotak komentar dibawah ini apabila sahabat sudah memasang link http://cnak-dozzy.blogspot.com, saya akan segera memasang link/banner sahabat di blog ini..

CNAK DOZZY' BLOG

Kode Link:



Link Banner:

Cnak Dozzy'Blog


Backlink Sahabat yang sudah saya pasang:


Banner Sahabat:



Jangan lupa menuliskan alamat blog atau situs sahabat di kotak komentar, Terima Kasih kepada Sahabat yang sudah bertukar link dengan saya..
»» READ MORE..
0 komentar Beri komentar Anda di sini...

'' Khusyuk ''

by Cnak Dozzy >>>


Telah diterima berita keterangan tentang Muslim Ibn Yasaar Al-Basri Al-Umawi Al-Makki mafhumnya " APABILA BELIAU TELAH MEMULAI SOLATNYA, BELIAU TELAH TIDAK LAGI MENDENGAR DESIRAN BUNYI DARIPADA SUARA DAN TIDAK JUGA MENDENGAR DARIPADA PERKARA YANG LAINNYA LANTARAN TERIKAT, SIBUK, BERTAWAJJUH SEPENUHNYA DALAM SHOLATNYA DAN LANTARAN AMAT TAKUTNYA AKAN ALLAH 'AZZA WA JALLA".

Juga diterima khabar mengenai Sa'id Ibn Mu'az yang mengatakan "TIDAK PERNAH AKU SHOLAT DI MANA AKU MEMIKIRKAN SESUATU DARIPARA URUSAN DUNIA DI DALAM SHOLATKU ITU SAMPAI AKU SELESAI".
»» READ MORE..
0 komentar Beri komentar Anda di sini...

'' Modal Utama Cara Merawat Kucing Adalah Kesabaran ''

by Cnak Dozzy >>>

Hmmmm... mungkin sudah banyak orang tau bahwa apapun pekerjaan yang kita lakukan.

Ada satu hal penting yang harus kita punya yaitu kesabaran, Sehebat apapun anda itu tidak ada gunanya jika anda tidak sabar.

Begitu juga halnya dengan cara merawat kucing. Sedetail apapun anda mengetahui tentang kucing. Itu tidak ada artinya jika anda tidak pernah memiliki kesabaran.

Dari beberapa sifat kucing tentu ada yang bikin kita senang maupun bikin kita marah. Kucing adalah makhluk hidup seperti kita. Maka daripada itu dia butuh kasih sayang. Nah bagaimana kriteria yang bagus dalam menyangi kucing dengan sabar.

-Jangan marah jika kucing buang air besar sembaranagan. Sediakan tempat yang ada
pasirnya. biasakan kucing anda untuk buang disana.
-Jangan marah jika cakar kucing anda ada di mana-mana. Itu hal biasa untuk menunjukkan daerah kekuasaannya.
-Sediakan tempat makan dan minum yang tempatnya selalu sama. jadi si kucing tau tempat di mana dia akan makan.Bahkan kalau perlu pastikan waktu makan dan minum selalu sama setiap hari.
-Selalu rawat bulu-bulunya.
-Jangan lupa untuk memomtong kukunya. yag 2 minggu sekali.
-Dan jangan lupa selalau belajar. karena perkembangan ilmu pengetahuan itu begitu pesat.

Dan ingat jika anda tidak punya kesabaran jangan harap anda bisa melakukan hal-hal diatas. padahal hal-hal semacam itulah yang paling penting yang akan membuat si kucing happy dengan anda.

Kesabaran dan kesabaran. Jangan lupa yang bersabar membaca blog ini. he he he heeeeh

Oya masih ingat bahwa kucing itu penyuka daging, penyuka makanan enak-enak. Jangan lupa anda juga harus sabar merogoh kocek anda untuk membelikan makanan. Mengapa karena jika tidak di beri makanan bisa-bisa mati kan.

Camkan ini jika anda seorang catlover sejati. Biarpun setiap hari saya makan tempe... si kucing tidak boleh makan tempe harus makan daging. Harus dapat makanan paling enak. Saya akan membeli makanan kucing yang berharga mahal supaya s'meong tetap happy....horeee'

Jika anda sudah bisa melakukan hal diatas. b'arti anda orang paling sabar yang ada di dunia.(K'ding)...heeeh
»» READ MORE..
0 komentar Beri komentar Anda di sini...

'' Ciri Ciri Kucing Sakit ''

by Cnak Dozzy >>>

Sehebat-hebatnya kita merawat kucing pasti adalah suatu hal yang membuat kucing kita akhirnya jatuh sakit. Walaupun kita bisa saja meminimalkan tapi terkadang kucing masih saja terkena penyakit kucing.
Salah satu poin utama dalam merawat kucing adalah mengetahui kapan mereka sakit. Yaitu dengan melihat tanda-tanda kucing yang sakit.

Ciri-ciri kucing sedang sakit :

1. Kelelahan dan lesu
2. Menggelengkan kepala secara berlebihan
3. Selera menurun ataupun bahkan meningkat secara mencolok
4. Juga mengkonsumsi air secara berlebihan
5. Adanya cairan abnormal yang keluar dari lubang-lubang di tubuh contohlah mata kucing, hidung, telinga dsb.
6. Sulit membuang kotoran
7. Berat badan dapat naik ataupun menurun dengan mencolok
8. Menjadi lebih agresif dan hiperaktif
9. Berjalan pincang, bahkan sulit untuk berdiri
10. Ada bagian-bagian tubuh kucing yang membengkak

Jika anda menemukan salah satu ciri-ciri kucing sakit diatas. Segera periksakan ke dokter atau minimal tanyakan ke dokter "apakah kucing sakit atau tidak dapat mempengaruhi kesehatan kucing".
»» READ MORE..
0 komentar Beri komentar Anda di sini...

'' Hal-hal yang mempengaruhi Kesehatan kucing ''

by Cnak Dozzy >>>

Ada beberapa faktor penting saat memelihara kucing. Fakor ini dapat mempengaruhi kesehatan kucing, Jadi anda sebaiknya memperhatikannya:

Berikut beberapa diantaranya :

1. Sanitasi kandang kucing

Kandang yang baik sehat dan bersih akan membuat kucing betah disana. Pastikan kandang kucing maupun alat pendukungnya seperti tempat makan, tempat minum, tempat kotoran selalu bersih dan didesinfikasi secara berkala.

Cara membersihkannya ya seperti anda membersihkan pada umumnya. Sedangkan jika didesinfikasi silahkan gunakan trik berikut : Carilah cairan pemutih pakaian yang mengandung 0,17% sodium hiplorida (Bisa tanya kepada penjualnya atau lihat langsung pada kemasannya)

2. Keadaan Lingkungan

Memelihara kucing juga harus memperhatikan hal berikut :

Ukur kelambapan udara dengan hidrometer dan cari pada tempat sekitar 43% sampai 55%.
Suhu udara yang ideal : 21 C sampai 24 C
Dalam membuat kandang atau tempar kucing WAJIB mentediakan sirkulasi udara (ventilasi). Setidak-tidaknya 19 kali pergamtian udara.

3. Jangan over crowded

Apa itu over crowded? ialah dimana dalam satu kandang mengalami kelebihan kucing atau dengan kata lain terlalu banyak kucing yang berdiam disana.

Apakah ini gawat memelihara kucing seperti itu?

Tentu saja! selain melanggar HAK (Hak Asasi kucing) juga dengan berlebihnya kucing pada suatu tempat akan menyebabkan mudahnya penyakit menular. Dan Coba anda bayangkan bersama banyak orang berada pada suatu tempat yang sempit.

Nah begitu juga dengan si meong. Mereka akan stres. Jika sampai si meong stress otomatis akan menurunkan daya tahannya. Dan otomatis juga karena daya tahannya menurun dia akan rentan terhadap penyakit. Setelah sampai sakit anda pasti tahu kelanjutannya. Biaya kedokter mahal dan jika tidak ditangani dengan baik akan mengakibatkan kematian.

Jadi Pastikan kandang kucing anda memperhatikan faktor-faktor diatas.
»» READ MORE..
0 komentar Beri komentar Anda di sini...

'' Perbaiki Diri ''

by Cnak Dozzy >>>

Untuk mendekatkan diri kita dengan Tuhan, kita perlu
membaiki diri. Membaiki diri di sini bukan sekedar
membaiki yang lahir tetapi yang batin. Memperbaiki diri
batin ialah dengan menyuci dan membersihkan roh dari najis najis
dan kotoran-kotoran yang bersifat maknawi, yang
melekat pada setiap wajah rohani kita sama ada pada akal,
pada hati dan pada nafsu.

Najis akal ialah kesyirikan dan men’syarikat’kan Tuhan
dengan sesuatu yang lain. Ataupun kufur terus terhadap-Nya.
Najis akal termasuk juga segala pegangan kepada fahaman
dan ideologi ciptaan manusia.

Najis hati ialah segala sifat-sifat keji dan mazmumah yang
bersarang di hati. Contoh sifat-sifat tersebut adalah seperti
riya, sombong, angkuh, tinggi diri, dengki, pemarah,
pendendam dan sebagainya.

Najis nafsu pula ialah segala dorongan yang jahat dan
negatif yang kalau dituruti akan menimbulkan dosa dan
kemurkaan Tuhan.

Apabila roh sudah diperbaiki dan disucikan secara berterusan
atau istiqamah, maka sedikit demi sedikit akan terbukalah
jalan untuk mengenal diri dan seterusnya untuk mengenal
Tuhan. Untuk dapat merasa bertuhan dan merasa kehambaan.
Untuk merasakan bahawa Allah sentiasa wujud di
dalam hidup kita, sentiasa melihat, sentiasa mendengar, sentiasa berperanan dan sentiasa mengetahui akan hal kita lahir
dan batin.


Jalan untuk memperbaiki diri ialah dengan berzikir.
Bermula dari zikir qauli (lidah), zikir fe’li (perbuatan) dan zikir
qalbi (hati). Zikir yang paling agung dan utama sekali ialah sholat. Di
dalamnya terkandung segala bentuk zikir, segala bentuk amalan
para malaikat dan segala bentuk amalan para nabi dan rasul.
Di dalamnya kita meminta petunjuk, kita meminta ampun, kita
mengadu, kita berdailog dan kita bermanja dengan Tuhan. Di
dalamnya juga kita memuji, membesarkan dan mensucikan
Tuhan.

Di dalam sholat, Allah mendidik kita. Namun demikian, Allah
tidak mendidik semua orang yang mendirikan sholat. Allah
hanya mendidik orang-orang yang tertentu saja yaitu orang orang
yang khusyuk, tawadhuk dan khuduk di dalam sholat.
Allah hanya mendidik orang-orang yang membawa fikiran dan
hati mereka di dalam sholat. Yaitu orang-orang yang faham apa
yang mereka perbuat dan faham apa yang mereka lafazkan.
Orang-orang yang dapat menjiwai, menghayati dan merasakan
di hati tentang apa yang mereka buat dan lafazkan di dalam
sholat.
Bermula dari takbiratul ihram, (Allahu Akbar), jika difahami
dan dihayati dengan bersungguh-sungguh, maka akan
menimbulkan rasa-rasa tertentu di hati. ‘Allahu Akbar’ dalam
takbir itu bererti ‘Allah Maha Besar’. Ia merangkumkan segala
sifat-sifat Allah yang hebat-hebat seperti sifat Jabbar, Qahhar,
Maha Gagah, Maha Perkasa, Maha Berkuasa, Yang Menghidupkan
dan Yang Mematikan dan yang apabila Dia berkata, “Jadi”
maka jadilah sesuatu itu. Maka dengan takbir itu hati akan
merasa takut, hebat dan gerun dengan Allah. Begitulah Allah
mendidik kita. Apabila kita merasa takut dengan Allah, maka
mudahlah kita menghindarkan diri daripada membuat dosa
dan kemungkaran dan segala apa yang Allah larang. Kita
sentiasa takut akan tersisih dari rahmat keampunan dan kasih
sayang Tuhan.
Namun begitu, jika perasaan takut sahaja yang Allah
campakkan ke dalam hati orang-orang yang mendirikan sholat,
maka akan lahirlah hamba-hamba Allah yang sentiasa takut
dan hanya akan berusaha untuk mengelak dari membuat kemungkaran
dan dosa. Tidak ada dorongan untuk mencetuskan
kebaikan-kebaikan yang lain. Oleh itu Allah SWT syariatkan
juga dalam sholat supaya dibaca Basmalah yaitu Bismillahirrahma
nirrahim (dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi
Maha Penyayang) terutama pada awal Surah Al Fatihah. Di
dalam mazhab Syafie, Basmalah ini merupakan sebahagian
daripada ayat Al Fatihah yang tujuh dan wajib dibaca dalam
sembahyang.

Kalau Basmalah ini dihayati sungguh-sungguh, kita akan
dapat merasakan betapa pemurah dan penyayangnya Tuhan
yang sentiasa mencurahkan rahmat dan nikmatnya kepada
manusia sama ada yang berbentuk lahiriah atau material,
mahupun yang berbentuk maknawi atau spiritual. Dengan ini
akan timbul rasa cinta dan kasih kepada Tuhan. Rasa cinta ini
akan mendorong kita berbakti dan membuat kebaikan untuk
Tuhan serta berusaha dan berjuang untuk mendapat cinta dan
kasih sayang-Nya.
Kemudian, pada ayat kedua surah Al Fatihah, kita disyariatkan
membaca Alhamdulillah hirrabil alamin (segala
pujian bagi Allah pencipta sekalian alam). Di sini kita memuji
Tuhan sebagai tanda syukur dan terima kasih kita atas segala
rahmat, nikmat dan kebaikan yang telah dikurniakan-Nya
kepada kita.

Jadi kita lihat, di dalam sholat itu terkandung berbagai
didikan dari Tuhan yang di antara satu sama lainnya saling
kait-mengait dan kuat-menguatkan. Sholat itu ibarat satu siri
atau satu set atau satu modul didikan rohaniah yang lengkap
dan seimbang. Supaya hamba yang mendirikan sholat itu
terdidik dan terbina sebagai seorang insan yang seimbang dan
kukuh lahir batinnya. Di samping untuk memupuk sifat takut dan cinta kepada Tuhan, berbagai-bagai lagi didikan terdapat di dalam solat.

Doa yang disyariatkan contohnya, akan meningkatkan dan
menajamkan lagi sifat-sifat hamba yang ada pada kita. Ia akan
menambah pergantungan, menaruh harap dan penyerahan diri
kita kepada Allah.
Mengadu-ngadu kepada Tuhan di dalam sholat pula akan
melapangkan dada seseorang hamba kerana telah menyerah
kan segala beban masalahnya kepada Tuhan untuk diselesaikan.

Begitulah caranya Allah mendidik hamba-hamba-
Nya yang ikhlas, khusyuk, tawadhuk dan khuduk di dalam
mendirikan sholat dengan berbagai didikan yang bermula dari
takbiratul ihram.
»» READ MORE..
0 komentar Beri komentar Anda di sini...

'' Hidayah ''

by Cnak Dozzy >>>

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Hidayah, betapa mahalnya ia jika dibicarakan dalam rentang hidup anak manusia. Terlebih jika hidayah itu datang secara tiba-tiba, tanpa ada rencana dan tidak ada proses untuk mendapatkan yang direka. la begitu saja datang lalu tergetarlah episod hidup yang penuh dengan taburan cahaya.

Hidayah Allah SWT itu tidak diberikan kepada manusia berdasarkan kedudukan, keluarga, pangkat, dan harta mereka. Melainkan hidayah dan cahaya Allah itu diberikan kepada orang yang dikehendaki oleh-Nya dan berhak untuk menerimanya. Hidayah Allah dikerahkan bagi orang yang memang ingin mencarinya dan gemar untuk mendapatkannya.

Siapa saja yang ditunjukkan oleh Allah sebuah hidayah di dalam hatinya, kemudian dia berjuang dengan sungguh-sungguh di jalan Allah, dia rela Allah sebagai Tuhannya, dan menjadikan Allah sebagai tujuannya, maka keredhaan-Nya telah dipancarkan ke dalam matanya dan Allah memberikannya
suatu petunjuk.

Untuk mencapai hidayah itu bukan hanya dengan banyak beribadah, tetapi harus disertai dengan keimanan dalam hati. Bukanlah iman kalau hanya dengan menyendiri dan berangan-angan, tetapi iman adalah yang bersemayam di dalam hati dan direalisasikan dengan amal perbuatan. Kebanyakan orang yang ahli ibadah zaman sekarang ini salah persepsi ketika mereka mengira bahawa jalan untuk mencapai hidayah adalah dengan banyak beribadah. Sehingga, mereka mengada-adakan suatu ibadah yang tidak diajarkan oleh Allah dalam syari'atnya.

Sesungguhnya Allah mengetahui bahawa di dalam hatimu ada keinginan untuk
mendapatkan hidayah dan juga mengetahui apa yang tersembunyi di balik jiwamu bahawa kamu menginginkan-Nya. Kalau kamu bersungguh-sungguh mencari hidayah, pastilah Allah akan membukakan dan memberikan untukmu sesuatu yang tidak terlintas dalam hatimu. Janganlah di dalam kehidupan ini kamu kikir memberikan kemudahan, ilham, bimbingan, pemberian, cahaya dan keberkahan. Sesungguhnya Allah akan mendatangkan hidayah dari salah satunya.

Inilah keinginan yang besar dan keinginan yang sesungguhnya, yang tidak akan dapat ditandingi oleh keinginan untuk mendapatkan kemewahan dunia. Sesungguhnya, semua keinginan itu akan terlihat murah kalau dihadapkan dengan keinginan yang mulia untuk mendapatkan hidayah. Dan hanya orang-orang rugi yang tidak ingin menggenggamnya erat-erat setelah mendapatkannya.... FIKIRKANLAH!


Allah,
Sangat dekat dengan kita
bahkan lebih dekat dengan urat leher kita

Adakah kau mengerti
tiap desah nafas adalah kasih sayang-Nya

Dia telah memanggilmu,
menegurmu dengan sangat dekat
memberimu surat cinta untuk dibaca

Jika selangkah saja kau dekat pada-Nya
Dia akan mendekatimu seribu langkah....

Segala yang baik datang dari Allah dan yang buruk adalah akibat kejahilan saya sendiri.

Wabillahitaufiq walhidayah,Wassalamualaikum warahmatullah..
»» READ MORE..
2 komentar Beri komentar Anda di sini...

'' Jenis Jenis Air Mata ''

by Cnak Dozzy >>>

Kata Ibnu Qayyim - 10 Jenis Tangis:

1) Menangis kerana kasih sayang & kelembutan hati.

2) Menangis kerana rasa takut.

3) Menangis kerana cinta.

4) Menangis kerana gembira.

5) Menangis kerana menghadapi penderitaan.

6) Menangis kerana terlalu sedih.

7) Menangis kerana terasa hina dan lemah.

8) Menangis untuk mendapat belas kasihan orang.

9) Menangis kerana mengikut-ikut orang menangis.

10) Menangis orang munafik - pura-pura menangis.

"..dan bahawasanya DIA lah yang menjadikan orang tertawa dan menangis."

(AnNajm : 43)

Jadi, Allah lah yang menciptakan ketawa dan tangis, serta menciptakan sebab tercetusnya. Banyak air mata telah mengalir di dunia ini. Sumber nya dari mata mengalir ke pipi terus jatuh ke bumi. Mata itu kecil namun ia tidak pernah kering ia berlaku setiap hari tanpa putus-putus. Sepertilah sungai yang mengalir ke laut tidak pernah berhenti.kalaulah air mata itu di tampung banjirlah dunia ini.

Tangis tercela atau terpuji ??

Ada tangisan yang sangat di cela umpamanya meratapi mayat dengan meraung dan memukul-mukul dada atau merobek-robek pakaian.Ada pula tangisan sangat-sangat di puji dan di tuntut iaitu tangisan kerana menginsafi dosa-dosa yang silam atau tangis kerana takut akan azab dan siksa Allah.

Tangisan dapat memadamkan api Neraka

"Rasulullah saw bersabda : Tidaklah mata seseorang menitiskan air mata kecuali Allah akan mengharamkan tubuhnya dari api neraka. Dan apabila air matanya mengalir ke pipi maka wajahnya tidak akan terkotori oleh debu kehinaan, apabila seorang daripada suatu kaum menangis, maka kaum itu akan di rahmati. Tidaklah ada sesuatupun yang tak mempunyai kadar dan balasan kecuali air mata. Sesungguhnya air mata dapat memadamkan lautan api neraka."

Air mata taubat Nabi Adam a.s

Beliau menangis selama 300 tahun tanpa mendonggak ke langit tersangat takut dan hibanya terhadap dosa yang telah ia lakukan.Dia bersujud di atas gunung dan air matanya mengalir di jurang Serandip. Dari air matanya itulah Allah telah menumbuhkan pohon kayu manis dan pohon bunga cengkih.Beberapa ekor burung telah meminum akan air mata Adam lalu berkata, "Manis sungguh air ini." Nabi Adam terdengar lalu menyangka burung itu mempersendakannya lalu ia memperhebatkan tangisannya.

Lalu Allah mendengar dan menerima taubat Adam dan mewahyukan, "Hai Adam sesungguhnya belum Aku pernah menciptakan air lebih lazat daripada air mata taubat mu!."

Air mata yang tiada di tuntut

-Janganlah menangis kalau tak tercapai cita-cita bukan kah Tuhan yang telah menentukannya.

-Janganlah menangis nonton filem hindustan itu kan cuma lakonan.

-Janganlah menangis kerana cinta tak berbalas mungkin dia bukanlah jodoh yang telah Tuhan tetapkan.

-Janganlah menangis jika gagal dalam peperiksaanmungkin kita kurang membuat persediaan.

-Jangan menangis kalau wang kita hilang di jalanan sebab mungkin kita kurang bersedekah buat amalan.

-Janganlah menangis kalau tidak di naikkan pangkat yakin lah, rezki itu adalah pemberian Tuhan.

Dari itu...

Simpanlah air mata-air mata tangisan itu semua buat bekalan untuk menginsafi di atas segala kecuaian yang telah melanda diri, segala dosa-dosa yang berupa bintik2 hitam yang telah mengkelamkan hati hingga sukar untuk menerima hidayah dari Allah swt. Seru lah air mata itu dari persembunyiannya di balik kelopak mata agar ia menitis membasahi dan mencuci hati agar ia putih kembali dan juga semoga ia dapat melebur dosa2 dan moga-moga akan mendapat ampunanNya jua.

Junjungan Mulia bersabda

"Ada 2 biji mata yang tak tersentuh api neraka, mata yang menangis di waktu malam hari kerana takut kepada Allah swt dan 2 biji mata yang menjaga pasukan fisabillah di waktu malam."

"Di antara 7 golongan manusia yang akan mendapat naungan Allah di hari qiamat"

-seseorang yang berzikir bersendirian lalu mengenang tentang kebesaran Allah swt lalu bercucuran air matanya."

"Jika tubuh seseorang hamba gementar kerana takut kepada Allah, maka berguguran lah dosa-dosanya bak gugurnya dedaunan dari pepohonan kering."

Berkata Salman Al Faarisi r.a Aku di buat menangis atas 3 perkara jua :

1) Berpisah dengan Rasulullah saw dan para sahabat-sahabat.

2) Ketakutan seorang yang perkasa tatkala melihat malaikat Israil datang mencabut nyawanya.

3) Aku tidak tahu samada aku akan di perintahkan untuk ke syurga atau neraka.

Air mata tanda rahmat Tuhan

Rasulullah saw bersabda : Jagalah mayat ketika kematiannya & perhatikanlah 3 perkara.

1) Apabila dahi nya berpeluh.

2) Airmatanya berlinang.

3) Hidungnya keluar cecair seperti hingus.

kerana hal hal tersebut menandakan rahmat Allah swt untuk si mayat.(riwayat dari Salman al Faarisi)

Sucikanlah 4 hal dengan 4 perkara :

- Wajahmu dengan linangan air mata keinsafan,

- Lidahmu basah dengan berzikir kepada Penciptamu,

- Hatimu takut dan gementar kepada kehebatan Rabbmu,

-..dan dosa-dosa yang silam di sulami dengan taubat kepada Dzat yang Memiliki mu.

"sampaikanlah walau satu ayat" al hadis

moga kita sama-sama mengambil manfaat drnya.

wallahua'alam

»» READ MORE..
2 komentar Beri komentar Anda di sini...

'' Perkara Untuk Meraih Kebahagiaan ''

by Cnak Dozzy >>>

1)Bangun menjelang fajar menyingsing untuk beristighfar.
Firman Allah S.W.T "...Dan Orang-orang yang beristighfar(memohon ampun)di waktu sahur."...surah Ali-Imran :17)
2)Menyendiri untuk bertafakur,Berfikir dan sekaligus menghayati ciptaan Allah yang luas ini.
Firman Allah S.W.T "..Dan mereka memikirkan tentang kejadian langit dan bumi..."surah Ali-Imran :191)
3)Menjalin hubungan dengan orang yang soleh.
Firman allah S.W.T "..Dan jadikanlah dirimu sentiasa berdamping rapat dengan Orang-orang yang beribadat kepada tuhan mereka..."surah al-Khafi:28"
4)Berzikir.
Firman Allah S.W.t "Wahai Orang-orang yang beriman!ingatlah serta sebutlah nama Allah dengan ingatan serta sebutan yang sebanyak-banyaknya.."surah Al-Ahzab :41)
5)Bersembahyang dua rakaat dengan khusyuk.
Firman allah S.W.T "...iaitu mereka yang khusyuk da;am sholatnya.."surah Al-mukminun)
Firman Allah S.W.T "Hai Orang-orang yang beriman!mintalah pertolongan kepada Allah untuk menghadapi kesusahaan dan kepayahaan dalam menyempurnakan sesuatu perintah tuhan dengan bersabar dan dengan mengerjakan sholat.."surah Al-Baqarah :153)
6)Membaca Al-Quran dengan penuh penghayatan.
Firman Allah S.W.T "...Patutkah mereka bersikap demikian tidak mahu memikirkan isi Al-Quran.."surah An-Nissa :82)
7)Bersedekah secara Sembunyi-sembunyi.
Sabda Nabi S.A.W ...."Hingga tangan kirinya tidak tahu apa yang di infaqkan oleh tangan kanannya.."
Firman Allah S.W.T "..Dan ingatlah sesiapa yang menjaga serta memelihara dirinya daripada dipengaruhi oleh tabiat bakhilnya maka merekalah Orang-orang yang berjaya.."surah al-Hasyr :9)
Firman Allah S.W.T. "..Dan mereka menafkahkan sebahagian rezeki yang kami anugerahkan.."surah
Al-Baqarah :3)
8)Berpuasa pada hari yang sangat panas.
Sabda Nabi S.A.W "..Meninggalkan makanan,minuman dan syawatnya kerana Aku..."
9)Meringankan beban seseorang islam.
Sabda Nabi S.A.W "..Sesiapa meringankan kesusahaan yang dialami seorang islam di dunia maka Allah akan melepaskannya dari kesusahaan pada hari kiamat..."
10)Berlaku zuhud terhadap sesuatu yang sifatnya fana.
Firman Allah S.W.T "...Padahal kehidupan Akhirat lebih baik dan lebih kekal...."surah A'la ;17)
»» READ MORE..
2 komentar Beri komentar Anda di sini...

'' Jenis Jenis Sabar ''

by Cnak Dozzy >>>

Ini bukan untuk membandingkan tingkat kesabaran diantara tiap nabi tersebut, tapi sebuah ilustrasi yang memudahkan kita untuk memahami jenis-jenis kesabaran.

Sabar ujian kesusahan Nabi Ayub as
Sungguh Ayub as seorang yang sangat sabar melawan godaan kesusahan yang berniat mematahkan keteguhan imannya? Allah telah mengujinya dengan berbagai penderitaan sakit fisik luar dan dalam yang sangat dahsyat dan menjijikkan, dan itu terjadi hampir sepanjang usianya.

Sabar ujian kesenangan Nabi Sulaiman as

Sanggupkah kita sesabar Sulaiman as ketika ia melawan godaan kesenangan dunia yang ingin menutup hatinya? Bukankah kesenangan lebih mudah membuat kita melupakan Sang Pencipta Kesenangan ? Sungguh Sulaiman as tetap tegar dalam keimanan, walau Allah mengujinya dengan kerajaan yang besar, pasukan yang besar, kekayaan yang melimpah, istri yang cantik dan sebagainya.

Sabar ujian kemaksiatan Nabi Yusuf as

Hamba sahaya mana yang sanggup menolak godaan wanita yang punya kekuasaan dan cantik rupawan, kalau bukan seorang Yusuf as. Dialah yang sanggup mengatakan tidak pada Zulaika ketika Allah mengujinya kesabarannya untuk berbuat maksiat bahkan ketika Allah telah menyediakan sarana yang memudahkannya untuk berbuat maksiat.

Sabar ujian ketaatan seorang Nabi Musa as

Inilah kesabaran seorang Musa as, yang mengeluarkan energi keberaniannya namun tetap tegar ketika berkali-kali ia mengajak Firaun untuk bertobat. Ujian ketaatan bukan sesuatu yang datang seibarat ujian kesusahan atau kesenangan, tidak pula merupakan pilihan seibarat pilihan berbuat maksiat atau menolak maksiat. Ujian ketaatan adalah ujian yang diciptakan sendiri oleh seorang manusia di jalan Allah akibat keinginannya yang kuat untuk menjalankan perintah dan larangan Allah, atau karena ingin amar makruf nahi munkar atau karena ingin sekedar beribadah secara lebih baik. Sungguh membutuhkan kesabaran yang besar ketika kita sedang berjuang ingin konsisten menjalankan shalat secara khusyuk atau ketika kita ingin memperjuangkan hak-hak umat Islam misalnya. Wallahu รข€™alam bish shawab

sedikit tambahan,
Ciri2 kesabaran :
1. tidak terburu-buru mengambil keputusan
2. tegar dengan tujuan yang ditetapkan
3. tuntas sesuai kemampuan
4. tidak gampang pasrah
5. hati tetap senang ketika diuji
»» READ MORE..
0 komentar Beri komentar Anda di sini...

'' Kenapa Aku Di Uji ??? ''

by Cnak Dozzy >>>

Assalamualaikum Wbt''

KENAPA AKU DIUJI

QURAN MENJAWAB :
"Apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan saja mengatakan; "Kami telah beriman," ("I am full of faith to Allah") sedangkan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya Kami telah menguji org2 yg sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui org2 yg benar dan, sesungguhnya Dia mengetahui org2 yg dusta."
(Surah Al-Ankabut ayat 2-3)

KENAPA AKU TAK DAPAT APA YG AKU IDAMKAN

QURAN MENJAWAB :
"Boleh jadi kamu membenci sesua tu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui."
(Surah Al-Baqarah ayat 216)

KENAPA UJIAN SEBERAT INI?

QURAN MENJAWAB :
"Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya."
(Surah Al-Baqarah ayat 286)

KENAPA RASA FRUSTASI?

QURAN MENJAWAB :
"Jgnlah kamu bersikap lemah, dan jgnlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah org2 yg paling tinggi darjatnya, jika kamu org2 yg beriman."
(Surah Al-Imran ayat 139)

BAGAIMANA HARUS AKU MENGHADAPINYA?

QURAN MENJAWAB :
"Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan sembahyang; dan sesungguhnya sembahyang itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk"
(Surah Al-Baqarah ayat : 45)

APA YANG AKU DAPAT DRPD SEMUA INI?

QURAN MENJAWAB :
"Sesungguhnya Allah telah membeli dari org2 mu'min, diri, harta mereka dengan memberikan syurga utk mereka... "
(Surah At-Taubah ayat : 111)

KEPADA SIAPA AKU BERHARAP?

QURAN MENJAWAB :
"Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain dari Nya. Hanya kepadaNya aku bertawakkal."
(Surah At-Taubah ayat 129)

AKU TAK DAPAT TAHAN!!!

QURAN MENJAWAB :
"... ..dan jgnlah kamu berputus asa dr rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dr rahmat Allah melainkan kaum yg kafir."
(Surah Yusuf ayat 12)

''Renungkanlah Bersama''
»» READ MORE..
0 komentar Beri komentar Anda di sini...

'' Kawan Di Akhir Zaman ''

by Cnak Dozzy >>>

Kawan di akhir zaman ini
Payah untuk kita ketemui
Yang benar benar sibuk
Dengan urusan memperbaiki diri nya
Yang benar benar sibuk
Untuk mengubah sikapnya
Untuk kembali kepada Zat yang sempurna
Yang ada kini hanyalah
Sibuk dengan urusan mengumpul harta dunia
Walau di ketahui dunia ini hanya sementara
Kawan di akhir zaman ini
Payah untuk kita ketemui
Yang bergelumang dengan majlis ilmu menafaat
Yang sanggup bersusah payah dan berpenatlelah
Yang sanggup menghabiskan masa, tenaga, umur dan harta
Dalam mengejar dan memahami ilmu menafaat
Yang ada kini hanya lah
Berbangga dengan harta yang menimbun
Tapi jiwanya masih kosong belaka
Kawan di akhir zaman ini
Payah untuk kita ketemui
Ahli professional yang bertaqwa
Yang benar-benar melekat iman di jiwanya
Mengunakan profession nya menuju cita cita di akhirat sana
Yang ada kini hanyalah
Ahli professional yang lalai dan leka
Yang hidup nya lebih barat dari barat
Iman dan amal soleh terasa amat berat baginya
Kawan di akhir zaman ini
Payah untuk kita ketemui
Bersifat silaturrahim semata mata kerana Allah
Saling berhubungan dan bertanya khabar semata mata kerana Allah
Yang ada kini hanyalah
Sikap pura pura untuk menyenangkan hati sendiri
Bersahabat untuk mendapat habuan dan kepentingan diri
Kawan di akhir zaman ini
Payah untuk kita ketemui
Yang suka berbincang tentang usaha untuk mengurus diri sendiri
Yang menghidupkan dan mengamalkan ilmu yang dipelajari
Untuk kepentingan masyarakat Islam sendiri
Yang mensyiarkan Islam pada diri mereka
Yang ada kini hanyalah
Yang suka berbincang tentang usaha untuk menambahkan harta dunia
Yang menghidupkan budaya barat
Sehingga melupakan kehidupan akhirat yang lebih kekal
Kawan di akhir zaman ini
Susah untuk kita ketemui
Yang menjadikan majlis majlis Al Quran tempat pertemuan
Yang menjadikan majlis majlis Agama tempat berkenalan
Yang ada kini hanyalah
Yang menjadikan kompleks membeli belah tempat membuang masa dan umur
Yang menjadikan disko dan pesta hiburan sebagai tempat berhibur
Kawan di akhir zaman ini
Susah untuk kita ketemui
Yang menjadikan Al Quran sebagai hiburan
Menjadikan zikir dan selawat sebagai ucapan kelaziman
Yang ada kini hanyalah
Artis di jadikan bahan pujaan
Nyanyian melalaikan di jadikan hiburan
Dianggap moden dan berketerampilan
Kawan di akhir zaman ini
Susah untuk kita ketemui
Yang sentiasa merasai mati itu sangat hampir
Yang sentiasa merasai jelingan Izrail
Yang bersungguh sungguh memperbaiki iman dan amal sebelum kematian
Yang bersungguh sungguh memperbaiki sikap sendiri untuk masa depan diakhirat
Yang ada kini hanyalah
Yang panjang angan-angannya
Yang sibuk mengumpul dunia kerja seharian
Seolah olah kematian itu masih jauh
Seolah olah alam barzakh itu tidak akan ditempuh....
»» READ MORE..
0 komentar Beri komentar Anda di sini...

'' Tanda Tanda Kematian Umat Islam ''

by Cnak Dozzy >>>

Apabila tajuk ini dihuraikan maka ramai dikalangan kita sukar untuk membaca disebabkan ketakutkan penghuraian ini akhirnya MATI.

Firman Allah SWT;
Bermaksud; "Bagaimana kamu kufur (ingkar) dengan Allah dan adalah kamu itu mati
maka kamu dihidupkan, kemudian kamu dimatikan kemudian kamu dihidupkan kemudian kepada-Nya kamu dikembalikan"

(Surah Al-Baqarah : Ayat 28)

Adapun tanda-tanda kematian mengikut ulamak adalah benar dan ujud .Cuma amalan dan ketakwaan kita sahaja yang akan dapat membezakan kepekaan kita kepada tanda-tanda ini.

Rasulullah SAW diriwayatkan masih mampu memperlihat dan menceritakan kepada keluarga dan sahabat secara lansung akan kesukaran menghadapi sakaratulmaut dari awal hinggalah akhirnya hayat Baginda. Imam Ghazali rahimahullah diriwayatkan memperolehi tanda-tanda ini sehinggakan beliau mampu menyediakan dirinya untuk menghadapi sakaratulmaut secara sendirian. Beliau menyediakan dirinya dengan segala persiapan termasuk mandinya, wuduknya serta kafannya sekali cuma ketika sampai bahagian tubuh dan kepala sahaja beliau telah memanggil abangnya iaitu Imam Ahmad Ibnu Hambal untuk menyambung tugas tersebut. Beliau wafat ketika Imam Ahmad bersedia untuk mengkafankan bahagian mukanya.


Adapun riwayat -riwayat ini memperlihatkan kepada kita sesungguhnya Allah SWT tidak pernah berlaku zalim kepada hambanya. Tanda-tanda yang diberikan adalah untuk menjadikan kita umat Islam supaya dapat bertaubat dan bersedia dalam perjalanan menghadap Allah SWT. Walaubagaimanapun semua tanda-tanda ini akan berlaku kepada orang-orang Islam sahaja manakala orang-orang kafir iaitu orang yang menyekutukan Allah nyawa mereka ini
akan terus di rentap tanpa sebarang peringatan sesuai dengan kekufuran mereka kepada Allah SWT.

Adapun tanda-tanda ini terbahagi kepada beberapa keadaan :

Tanda 100 hari sebelum hari mati.

Ini adalah tanda pertama dari Allah SWT kepada hambanya dan hanya akan disedari oleh mereka-mereka yang dikehendakinya.

Walaubagaimanapun semua orang Islam akan mendapat tanda ini cuma samada mereka sedar atau tidak sahaja.

Tanda ini akan berlaku lazimnya selepas waktu Asar. Seluruh tubuh iaitu dari hujung rambut sehingga ke hujung kaki akan mengalami getaran atau seakan-akan mengigil.

Contohnya seperti daging lembu yang baru disembelih dimana jika diperhatikan dengan teliti kita akan mendapati daging tersebut seakan-akan bergetar. Tanda ini rasanya lazat dan bagi mereka sedar dan berdetik di hati bahawa mungkin ini adalah tanda mati maka getaran ini akan berhenti dan hilang setelah kita sedar akan kehadiran tanda ini.

Bagi mereka yang tidak diberi kesedaran atau mereka yang hanyut dengan kenikmatan tanpa memikirkan soal kematian , tanda ini akan lenyap begitu sahaja tanpa sebarang munafaat.

Bagi yang sedar dengan kehadiran tanda ini maka ini adalah peluang terbaik untuk memunafaatkan masa yang ada untuk mempersiapkan diri dengan amalan dan urusan yang akan dibawa atau ditinggalkan sesudah mati.

Tanda 40 hari sebelum hari mati

Tanda ini juga akan berlaku sesudah waktu Asar. Bahagian pusat kita akan berdenyut-denyut. Pada ketika ini daun yang tertulis nama kita akan gugur dari pokok yang letaknya di atas Arash Allah SWT.

Maka malaikatmaut akan mengambil daun tersebut dan mula membuat persediaannya ke atas kita antaranya ialah ia akan mula mengikuti kita sepanjang masa.

Akan terjadi malaikatmaut ini akan memperlihatkan wajahnya sekilas lalu dan jika ini terjadi, mereka yang terpilih ini akan merasakan seakan-akan bingung seketika.

Adapun malaikatmaut ini wujudnya cuma seorang tetapi kuasanya untuk mencabut nyawa adalah bersamaan dengan jumlah nyawa yang akan dicabutnya.

Tanda 7 hari

Adapun tanda ini akan diberikan hanya kepada mereka yang diuji dengan musibah kesakitan di mana orang sakit yang tidak makan secara tiba-tiba ianya berselera untuk makan.

Tanda 3 hari

Pada ketika ini akan terasa denyutan di bahagian tengah dahi kita iaitu diantara dahi kanan dan kiri.

Jika tanda ini dapat dikesan maka berpuasalah kita selepas itu supaya perut kita tidak mengandungi banyak najis dan ini akan memudahkan urusan orang yang akan memandikan kita nanti.

Ketika ini juga mata hitam kita tidak akan bersinar lagi dan bagi orang yang sakit hidungnya akan perlahan-lahan jatuh dan ini dapat dikesan jika kita melihatnya dari bahagian sisi.

Telinganya akan layu dimana bahagian hujungnya akan beransur-ansur masukke dalam.

Telapak kakinya yang terlunjur akan perlahan-lahan jatuh ke depan dan sukar ditegakkan.

Tanda 1 hari

Akan berlaku sesudah waktu Asar di mana kita akan merasakan satu denyutan di sebelah belakang iaitu di kawasan ubun-ubun di mana ini menandakan kita tidak akan sempat untuk menemui waktu Asar keesokan harinya.

Tanda Akhir

Akan berlaku keadaan di mana kita akan merasakan satu keadaan sejuk di bahagian pusat dan ianya akan turun ke pinggang dan seterusnya akan naik ke bahagian halkum.

Ketika ini hendaklah kita terus mengucap kalimah syahadah dan berdiam diri dan menantikan kedatangan malaikatmaut untuk menjemput kita kembali kepada Allah SWT yang telah menghidupkan kita dan sekarang akan mematikan pula.



Marilah kita bertaqwa dan berdoa kepada Allah SWT semoga kita adalah di antara orang-orang yang yang dipilih oleh Allah yang akan diberi kesedaran untuk peka terhadap tanda-tanda mati ini semoga kita dapat membuat persiapan terakhir dalam usaha memohon keampunan samada dari Allah SWT mahupun dari manusia sendiri dari segala dosa dan urusan hutang piutang kita.

Walaubagaimanapun sesuai dengan sifat Allah SWT yang Maha Berkuasa lagi Maha Pemurah lagi maha mengasihani maka diriwatkan bahawa tarikh Mati seseorang manusia itu masih boleh diubah dengan amalan doa iaitu samada doa dari kita sendiri ataupun doa dari orang lain.

Namun ianya adalah ketentuan Allah SWT semata-mata. Oleh itu marilah kita bersama-sama berusaha dan berdoa semoga kita diberi hidayah dan petunjuk oleh Allah SWT serta kelapangan masa dan kesihatan tubuh badan dan juga fikiran dalam usaha kita untuk mencari
keredhaan Allah SWT samada di dunia mahupun akhirat.
Apa yang baik dan benar itu datangnya dari Allah SWT dan apa yang salah dan silap itu adalah dari kelemahan manusia itu sendiri.
»» READ MORE..
0 komentar Beri komentar Anda di sini...

'' Kata-Kata Mutiara Islam ''

by Cnak Dozzy >>>

Ada dua perkara yang jika Anda Amalkan, Anda akan mendapatkan kebaikan dunia dan akhirat: Menerima sesuatu yang tidak Anda sukai, jika sesuatu itu disukai Allah. Dan membenci sesuatu yang Anda sukai, jika sesuatu itu dibenci oleh Allah.”
(Abu Hazim)
Ada enam perkara, apabila dimiliki oleh seseorang maka telah sempurnalah keimanannya : (1) memerangi musuh Allah dengan pedang, (2) tetap menyempurnakan puasa walaupun di musim panas, (3) tetap menyempurnakan wudhu walaupun di musim dingin, (4) tetap bergegas menuju mesjid (untuk melaksanakan shalat berjama’ah) walaupun di saat mendung, (5) meninggalkan perdebatan dan berbantah-bantahan walaupun ia tahu bahwa ia berada di pihak yang benar dan (6) bersabar saat ditimpa musibah.”
(Yahya bin Muadz)
Ada tiga golongan orang yang paling menyesal pada hari kiamat : (1) orang yang memiliki budak ketika di dunia, ternyata pada hari kiamat budak tersebut memiliki prestasi amal yang lebih baik darinya, (2) orang yang mempunyai harta tetapi tidak mau bersedekah dengannya sampai ia meninggal dunia, kemudian harta tersebut diwarisi oleh orang yang memanfaatkan harta tersebut untuk bersedekah di jalan Allah, dan (3) orang yang mempunyai ilmu tetapi ia tidak mau mengambil manfaat dari ilmunya, lalu ilmu tersebut diketahui oleh orang lain yang mampu mengambil manfaat darinya.”(Sufyan bin ‘Uyainah)
Akhlak yang paling mulia adalah menyapa mereka yang memutus silaturahim, memberi kepada yang kikir terhadapmu, dan memaafkan mereka yang menyalahimu.”
(HR Ibnu Majah)
Aku belum pernah melihat orang yang paling lama bersedih daripada al-Hasan. Ia berkata, kita tertawa, sementara bisa jadi Allah yang telah melihat amal-amal yang telah kita perbuat berfirman, ‘Aku tidak mau menerima amal-amal kalian sedikitpun.’”
(Yunus bin ‘Ubaid)
Aku jamin rumah di dasar surga bagi yang menghindari berdebat sekalipun ia benar, dan aku jamin rumah di tengah surga bagi yang menghindari dusta walaupun dalam bercanda, dan aku jamin rumah di puncak surga bagi yang baik akhlaqnya.”
(HR Abu Daud)
Aku menangis bukan karena takut mati atau karena kecintaanku kepada dunia. Akan tetapi, yang membuatku menangis adalah kesedihanku karena aku tidak bisa lagi berpuasa dan shalat malam.”
(‘Amir bin ‘Abdi Qais)
Aku tidak suka menjadi seorang pedagang budak. Akan tetapi, menjadi pedagang budak lebih aku sukai daripada aku menimbun bahan makanan sambil menunggu naiknya harga yang memberatkan sesama muslim.”
(Yazid bin Maisaroh)
Amal yang paling baik adalah yang paling ikhlas dan paling benar. Jika amal itu ikhlas tapi tidak benar, maka tidaklah diterima. Jika amal itu benar tapi tidak ikhlas, juga tidak akan diterima kecuali jika dilakukan secara ikhlas. Ikhlas artinya dilakukan hanya karena Allah. Adapun benar artinya adalah sesuai dengan sunnah (tuntunan dan petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam).”
(Fudhail bin ‘Iyadh)
Apa pendapat Anda bila ada seseorang yang pakaiannya terkena air kencing, lalu ia hendak mensucikannya dengan air kencing pula? Mungkinkah air kencing itu dapat mensucikannya? Tentu saja tidak! Kotoran tidak dapat disucikan kecuali dengan sesuatu yang suci. Begitu pula halnya keburukan yang pernah kita lakukan, tidak akan dapat terhapus kecuali dengan memperbanyak melakukan kebaikan.”
(Sufyan ats-Tsauri)
Apabila akhirat ada dalam hati, maka akan datanglah dunia menemaninya. Tapi apabila dunia ada di hati maka akhirat tidaklah akan menemaninya. Itu karena akhirat mulia dan dermawan, sedangkan dunia adalah hina”
(Abu Sulaiman Ad Daroni)
Apabila Anda berharap agar Allah senantiasa menganugerahkan kepada Anda apa-apa yang Anda cintai dan sukai maka hendaklah Anda senantiasa menjaga dan melaksanakan apa-apa yang dicintai dan disukai oleh Allah.”
(Salah seorang ahli hikmah)
Apabila kalian senang Allah ta’ala dan Rasul-Nya mencintai kalian, maka tunaikanlah amanah kalian, dan benarlah jika berbicara, dan bertetanggalah dengan baik kepada tetangga kalian.”
(HR Imam Suyuthi)Ayahku pernah mengatakan bahwa apabila ‘Ali bin al-Husain selesai berwudhu dan telah bersiap untuk shalat, tubuhnya akan gemetar dan menggigil. Pernah ada seorang lelaki yang bertanya kepadanya tentang hal itu, maka ‘Ali bin al-Husain menjawab, ‘Celakalah Engkau! Tidakkah kau tahu, kepada siapa aku akan menghadap? Dan kepada siapa aku akan bermunajat?’”
(al-’Utaibi)Semoga bermanfaat.
»» READ MORE..
0 komentar Beri komentar Anda di sini...

'' Manusia Punya Akal Maka Berfikirlah Manusia ''

by Cnak Dozzy >>>

MANUSIA PUNYA AKAL MAKA BERFIKIRLAH MANUSIA...PUNYA HATI, MAKA BERPERASAANLAH MANUSIA
UNGKAPAN KATA KATA DAN KASIHAN SAHAJA... TIDAK MEMADAI DIMANA PENGORBANAN PERLU DILAKUKAN AGAR MENDAPAT PENYELESAIAN DAN BEROLEH KESEMPURNAAN...

Hari demi hari terus berjalan pergantian waktu pun tidak dapat dielakkan... Perubahan adalah sebuah realiti yang harus dihadapi sebagai penumpuan diri atas akhir dari setiap langkah... Perencanaan merupakan ikhtiar dalam melangkah,mencapai kesempurnaan menjalani hidup... Menuju sebuah wujud dan misteri..."CITA-CITA" dan "REALITI" Renungkan kembali tentang perjalanannya... Tentang cita-cita yang tergantung di angkasa,berlegar diruang minda... katakanlah kamu bisa untuk meraihnya, kamu bisa untuk memegangnya mengapai semuanya... Maka beruntunglah manusia yang punya matlamat...senantiasa menginsafi,mensucikan diri... "Kembali kepada fitrah dan kesucian hati..DETIK-DETIK TERAKHIR KEHIDUPAN RASULLULLAH S.A.W Peristiwa tentang wafatnya seorang Pemimpin alam semesta, seorang Nabi dan Rasul Allah yang terakhir, Muhammad s.a.w. merupakan peristiwa yang maha besar. Isyarat tentang terjadinya peristiwa yang amat mengharukan itu antara lain terlukis dalam bunyi Khutbah Arafah yang dibawakan oleh Rasulullah dan juga bunyi firman Allah yang disampaikan oleh Malaikat Jibrail kepada Nabi Muhammad s.a.w. ketika beliau menunaikan Haji Wada' (Perpisahan). "Pada hari ini Aku (Allah) sempurnakan bagimu Agamamu, Aku cukupkan nikmatKu untukmu dan Aku rela Islam sebagai agama anutanmu." (Al-Maidah-3) *****KHUTBAH ARAFAH***** Setelah mencucurkan keringat, darah dan air mata selama kurang lebih 23 tahun lamanya, berjuang bersama para sahabat beliau berjihad berdakwah menegakkan nilai-nilai kebenaran dan keadilan ilahi, akhirnya Allah merelakan Islam sebagai agama satu-satunya yang diridhoi-Nya. Setelah berhala-berhala, patung-patung ciptaan manusia diruntuh-ratakan sebagai simbol runtuhnya kemusyrikan kemudian diisi beliau dengan air hikmah, Iman dan Tauhid yang murni, maka terasalah oleh beliau, bahwa ia tak lama lagi akan dipanggil Allah, berpisah dengan umat dan sahabat beliau. Pada musim Haji tahun ke-10 Hijriah, bersama-sama kurang lebih 140.000 kaum Muslimin yang datang dari segenap penjuru Arabia, beliau pun menunaikan ibadah Haji Akbar yang bagi beliau sendiri merupakan Haji Perpisahan, karena beliau tidak dapat lagi bersama umatnya menunaikan ibadah suci itu pada tahun mendatang. Dalam Haji wada' inilah beliau disamping menyampaikan mutiara wasiat bagi umat beliau juga menyelipkan ultimatum Allah kepada kaum Musyrikin, bahwa Allah dan Rasul-Nya telah memutuskan hubungan (selain mu'amalah) dengan mereka karena aqidah mereka yang bernoda. Dan sejak tahun ke-9 Hijriah telah dibuat tapal batas tanah suci Makkah dan Madinah, dimana kaum kafir sama sekali tidak diijinkan menginjaknya sampai hari kiamat kelak. Khutbah Arafah ini disamping merupakan pegangan hidup dan matinya kaum muslimin adalah juga merupakan piagam perdamaian yang bermakna sosial yang tinggi, diucapkan beliau dari atas untanya di Namirah dekat bukit Arafah yang terletak di tengah-tengah padang Arafah yang luas. *****BERIKUT INI ADALAH SEBAHAGIAN DARI KHUTBAH BELIAU*****: "Wahai manusia sekalian, dengarkan nasihatku baik-baik, karena barangkali aku tidak dapat lagi bertemu muka dengan kamu semua di tempat ini ! Tahukah kamu semua, hari apakah ini?", yang dijawab sendiri oleh beliau : "Inilah hari Nahar, hari kurban yang suci. Tahukah kamu bulan apakah ini? Inilah bulan suci. Tahukah kamu tempat apakah ini? Inilah kota yang suci". *****HARAM MENUMPAHKAN DARAH*****. "Maka dari itu aku permaklumkan kepada kamu semua bahwa darah dan nyawamu, harta bendamu dan kehormatan yang satu terhadap yang lainnya haram atas kamu sampai kamu bertemu dengan Tuhanmu kelak. Semua harus kamu sucikan sebagaimana sucinya hari ini, sebagaimana sucinya bulan ini dan sebagaimana sucinya kota ini. Hendaklah berita ini disampaikan kepada orang-orang yang tidak hadir di tempat ini oleh kamu sekalian ! Bukankah aku telah sampaikan?!". *****HAPUSKAN RIBA***** "Hari ini hendaklah dihapuskan segala macam bentuk riba. Maka barang siapa yang memegang amanah di tangannya, maka hendaklah ia bayarkan kepada yang empunya. Dan sesungguhnya Riba Jahiliah itu adalah batil. Dan awal riba yang pertama sekali aku sapu bersih adalah riba yang dilakukan oleh pamanku sendiri, Abbas bin Abd. Mutthalib". "Hari ini haruslah dihapuskan semua bentuk pembalasan dendam pembunuhan Jahiliah, dan penuntutan darah ala Jahiliah yang mula pertama aku hapuskan adalah atas tuntutan darah Amir bin Haris". "Wahai manusia !, Hari ini Setan telah putus asa untuk dapat disembah pada bumimu yang suci ini. Tetapi ia bangga bila kamu dapat mentaatinya walaupun dalam perkara yang kelihatannya kecil sekalipun, maka waspadalah kamu atasnya ! Hai manusia ! Sesungguhnya zaman itu beredar semenjak menjadikan langit dan bumi". *****PEGANGAN HIDUP*****. "Wahai manusia ! Sesungguhnya aku meninggalkan kepada kamu sesuatu, yang bila kamu pegang ia erat-erat niscaya kamu tidak akan sesat selama-lamanya, yaitu : Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya. Hai manusia dengarkanlah baik-baik apa yang aku ucapkan kepadamu, niscaya kamu bahagia selamanya dalam hidupmu!". *****PERSAUDARAAN ISLAM***** "Wahai manusia ! Kamu hendaklah mengerti, bahwa orang-orang beriman itu adalah bersaudara. Maka bagi masing-masing pribadi di antara kamu terlarang keras untuk mengambil harta saudaranya kecuali dengan izin hati yang ikhlas. Bukankah aku telah menyampaikan ?!" "Janganlah kamu setelah aku meninggal nanti kembali kepada kafir, dimana sebagian kamu mempermainkan senjata untuk menebas batang leher kawannya yang lain . Karena, bukankah telah aku tinggalkan untukmu pedoman yang benar, yang bila kamu ambil ia sebagai pegangan dan suluh kehidupanmu tentu kamu tidak akan sesat, yakni Kitab Allah". "Hai Umat, bukankah telah aku sampaikan kepadamu ? Ya..Allah saksikanlah...!" *****PERSAMAAN HAK***** "Hai manusia ! Sesungguhnya Tuhan kamu itu tunggal, dan sesungguhnya kamu berasal dari satu Bapak. Semua kamu dari Adam dan Adam terjadi dari tanah. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu semua di sisi Allah adalah orang yang paling taqwa, tidak sedikitpun ada kelebihan bangsa Arab itu dari yang bukan Arab, kecuali dengan taqwa"."Hai umat, bukankah aku telah menyampaikan ?! ya..Allah saksikanlah ! Maka hendaklah barang siapa yang hadir di antara kamu di tempat ini berkewajiban untuk menyampaikan pesan wasiat ini kepada mereka yang tidak hadir....." Setelah Nabi mengakhiri Khutbah Al-Wada' yang amat berkesan itu dengan nada suaranya yang tinggi sambil menunjuk ke langit, maka berteriak pulalah para jemaah haji yang sedang berkumpul di padang Arafah itu menyahut serentak dengan suaranya yang lantang bergema membahana, membelah kesunyi-senyapan padang pasir yang luas tandus itu dengan beramai-ramai mengucapkan : "Demi Allah ! Sesungguhnya Engkau (Muhammad) telah menyampaikan amanah perintah-perintah Tuhanmu !" Setelah mengikuti Khutbah Rasulullah kepada umatnya, mari kita lanjutkan riwayat yang melukiskan peristiwa besar tentang wafatnya Nabi kita Muhammad s.a.w. berikut..... : Diriwayatkan, bahwa setelah turun wahyu Al-Quran, surat Al-Maidahayat 3 seperti tersebut di atas, menangislah Umar bin Katthab r.a. Maka Nabi s.a.w. berkata kepadanya : "Apakah gerangan yang menyebabkan engkau menangis hai Umar ?", tanya Rasulullah. Umar menjawab : "Kita semua sudah berada dalam agama yang sempurna lengkap. Tetapi bila ia sudah berada pada titik puncak kesempurnaan, maka di atas itu tidak ada lagi yang lain, kecuali suatu kemundurun". Nabi membalasnya: "Benarlah engkau !" Surat Al-Maidah ayat 3 diturunkan di Padang Arafah pada hari Jum'at sesudah Ashar, yakni di saat Nabi berkendaraan di atas untanya. Sesudah itu apa-apa yang berkenaan dengan perintah-perintah yang fardhu tidak turun-turun lagi dari langit.Pada mulanya Nabi tidak mampu untuk menduga-duga kemungkinan-kemungkinan yang terselip dalam arti ayat di atas sehingga beliau bertelekan di atas untanya saja. Unta pun berhenti terhenyak dan malaikat Jibrail pun datanglah sambil berkata kepada Nabi :"Ya....Muhammad ! Hari ini telah sempurna urusan agamamu, telah selesai apa yang diperintahkan Tuhanmu dan juga segala apa yang dilarang-Nya. Dari itu kumpulkanlah semua sahabatmu, dan beritahukan kepada mereka, bahwa saya tidak akan turun-turun lagi membawa wahyu kepadamu sesudah hari ini !".Maka pulanglah Nabi dari Makkah kembali ke Madinah. Dan disana dikumpulkanlah oleh beliau para sahabatnya dan dibacakanlah ayat ini kepada mereka serta diberitahukannya apa yang dikatakan Jibrail kepadanya itu. Semua sahabat menjadi gembira mendengarnya kecuali Abu Bakar r.a. dan para sahabat itu berkata : "Telah sempurnalah agama kita!". Tetapi Abu Bakar pulang kerumahnya sendirian dalam keadaan murung dan sedih. Dikuncinya pintu rumahnya dan ia pun sibuk menangis sepanjang malam dan siang. Hal itu didengar oleh para sahabat dan mereka berkumpul bersama-sama untuk mendatangi rumah Abu Bakar.Sahabat bertanya : "Kenapa kamu menangis saja hai Abu Bakar di saat orang lain semua bersuka-ria, bukankah Tuhan telah menyempurnakan agama kita ?".Abu Bakar menjawab : "Kamu semua tidak tahu bencana-bencana apakah kelak yang akan terjadi menimpa kita semua. Apakah kamu tidak mengerti : bahwa tidak ada sesuatu apabila ia telah sampai kepada titik kesempurnaan, melainkan itu berarti permulaan kemerosotannya. Dalam ayat terbayang perpecahan di kalangan kita nanti, dan nasib Hasan dan Husein yang akan menjadi anak yatim, serta para isteri Nabi yang menjadi Janda ".Mendengar itu terpekiklah para sahabat dan dalam suasana penuh keharuan mereka menangislah semuanya, dan terdengarlah ratap tangis yang sayu dari rumah Abu Bakar itu oleh para tetangga yang lain dan mereka ini datang segera langsung kepada Nabi Muhammad s.a.w. sendiri sambil menanyakan kepada beliau tentang hakikat kejadian yang sebenarnya."Ya Rasul Allah, kami tidak tahu keadaan yang menimpa diri para sahabat, kecuali kami hanya mendengar pekik-tangis mereka belaka".Mendengar itu berubahlah wajah Rasulullah dan ia pun segera berdiri menuju tempat para sahabat. Setelah dilihatnya para sahabat dalam keadaan demikian rupa, beliau pun bertanya : "Apakah yang kalian tangiskan ?" Menjawablah Ali : "Abu Bakar berkata kepada kami: ‘Sesungguhnya saya mendengar angin kematian Rasulullah berdesir melalui ayat ini,’ dan bukanlah dapat dijadikan bukti ayat ini bagi kematian engkau ?"Nabi menjawab : "Benarlah Abu Bakar dalam segala apa yang dikatakannya itu. Telah dekat masa kepergianku dari antara kamu semua, dan telah datang masa perpisahanku dengan kamu semua".Penegasan Nabi itu adalah isyarat, bahwa benarlah Abu Bakar seorang yang paling arif di antara para sahabat Nabi. Dan ketika Abu Bakar mendengar ucapan Nabi itu ia pun berteriak dan lantas jatuh pingsan. Ali menjadi gemetar, para sahabat menjadi gelisah; mereka semua ketakutan dan menangis menjadi-jadi. Begitu juga para malaikat di langit, makhluk-makhluk melata di bumi, hewan-hewan di daratan dan di lautan semuanya turut berkabung duka cita.Kemudian Nabi bersalam berjabatan-tangan dengan satu demi satu para sahabat mengucapkan perpisahan dan beliau pun menangislah sambil memberikan amanah-nasehat kepada mereka semua.Setelah turun ayat Al-Qur'an yang terakhir itu, Nabi Muhammad s.a.w. masih menjalani hidupnya 81 hari lagi. Ya demikianlah setelah ayat itu turun beliau naik ke atas mimbar mengucapkan khutbah sambil menangis, dan hadirin mendengarkannya sambil bercucuran air mata pula. Suatu khutbah yang mendebarkan hati dan menegakkan bulu roma, tetapi di samping itu juga khutbah yang mengungkapkan harapan-harapan dan peringatan-peringatan. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a. bahwa setelah dekat waktu wafatnya, Rasulullah memerintahkan Bilal supaya adzan, memanggil manusia untuk sholat berjama'ah. Maka berkumpullah kaum Muhajirin dan Anshor ke Masjid Rasulullah s.a.w. Setelah selesai sholat dua raka'at yang ringan kemudian beliau naik ke atas mimbar lalu mengucapkan puji dan sanjung kepada Allah SWT, dan kemudian beliau membawakan khutbahnya yang sangat berkesan, membuat hati terharu dan menangis mencucurkan air mata.Beliau berkata antara lain : "Sesungguhnya saya ini adalah Nabimu, pemberi nasihat dan da'i yang menyeru manusia ke jalan Tuhan dengan izin-Nya. Aku ini bagimu bagaikan saudara yang penyayang dan bapak yang pengasih. Siapa yang merasa teraniaya olehku di antara kamu semua, hendaklah dia bangkit berdiri sekarang juga untuk melakukan qisas kepadaku sebelum ia melakukannya dihari Kiamat nanti".Sekali dua kali beliau mengulangi kata-katanya itu, dan pada ketiga kalinya barulah berdiri seorang laki-laki bernama Ukasyah Ibnu Muhsin. Ia berdiri di hadapan Nabi s.a.w. sambil berkata :"Ibuku dan ayahku menjadi tebusanmu ya Rasulullah. Kalau tidaklah karena engkau telah berkali-kali menuntut kami supaya berbuat sesuatu atas dirimu, tidaklah aku akan berani tampil untuk memperkenankannya sesuai dengan permintaanmu.”“Dulu, aku pernah bersamamu di medan perang Badar sehingga untaku berdampingan sekali dengan untamu, maka aku pun turun dari atas untaku dan aku menghampiri engkau, lantas aku pun mencium paha engkau.”“Kemudian engkau mengangkat cambuk memukul untamu supaya berjalan cepat, tetapi engkau sebenarnya telah memukul lambung-sampingku; saya tidak tahu apakah itu dengan engkau sengaja atau tidak ya...Rasul Allah, ataukah barangkali maksudmu dengan itu hendak melecut untamu sendiri ?".Rasulullah menjawab: "Maha suci Allah ya Ukasyah, bahwa aku akan bermaksud memukul engkau dengan sengaja". (nampaknya Rasulullah ingin menghindarkan peristiwa ini agar tidak ditiru oleh umat beliau yang lain dan agar tidak terjatuh pada pemahaman islam yang dangkal). Kemudian Nabi menyuruh Bilal supaya pergi ke rumah Fatimah, "supaya Fatimah memberikan kepadaku cambukku"' kata beliau. Bilal segera ke luar Masjid dengan tangannya diletakkannya di atas kepalanya keheranan sambil berkata sendirian: "Inilah Rasulullah memberikan kesempatan mengambil qisas terhadap dirinya!".Diketoknya pintu rumah Fatimah yang menyahut dari dalam : "Siapakah di luar ?" "Saya datang kepadamu untuk mengambil cambuk Rasulullah" jawab Bilal."Apakah yang akan dilakukan ayahku dengan cambuk ini?" tanya Fatimah kepada Bilal. "Ya Fatimah ! Ayahmu memberikan kesempatan kepada orang lain untuk mengambil qisas terhadap dirinya"' Bilal menegaskan.“Siapakah pula gerangan orang itu yang sampai hati mengqisas Rasulullah ?" balas Fatimah keheranan. Bilal pun mengambil cambuk dan membawanya masuk Masjid, lalu diberikannya kepada Rasulullah, dan Rasulullah pun menyerahkannya ke tangan Ukasyah.Tatkala hal itu dilihat oleh Abu Bakar dan Umar r.a., keduanya berkata kepada Ukasyah: "Hai Ukasyah ! kami sekarang berada dihadapanmu, pukul qisas-lah kami berdua, dan jangan sekali-kali engkau pukul Rasulullah s.a.w. !" Rasulullah menyela dengan katanya : "Duduklah kalian berdua, Allah telah mengetahui kedudukan kamu berdua !".Kemudian berdiri pula Ali bin Abi Tholib sambil berkata : "Hai Ukasyah ! Saya ini sekarang masih hidup di hadapan Nabi s.a.w. Aku tidak sampai hati melihat kalau engkau akan mengambil kesempatan qisas memukul Rasulullah. Inilah punggungku, maka qisaslah aku dengan tanganmu dan deralah aku dengan tangan engkau sendiri!". Nabi pun membalas pula :"Allah S.W.T. telah tahu kedudukanmu dan niatmu, wahai Ali"! Kemudian tampil pula kedua kakak beradik, Hasan dan Husein. "Hai Ukasyah ! Bukankah engkau telah mengetahui, bahwa kami berdua ini adalah cucu kandung Rasulullah, dan qisaslah kami dan itu berarti sama juga dengan mengqisas Rasulullah sendiri !".Tetapi Rasulullah menegur pula kedua cucunya itu dengan berkata:"Duduklah kalian berdua, wahai penyejuk mataku !". Dan akhirnya Nabi berkata : "Hai Ukasyah ! Pukullah aku jika engkau berhasrat mengambil qisas !"."Ya Rasul Allah ! Sewaktu engkau memukul aku dulu, kebetulan aku sedang tidak lekat kain di badanku," kata Ukasyah.Lantas tanpa bicara Rasulullah segera membuka bajunya, maka berteriaklah kaum Muslimin yang hadir sambil menangis. Maka tatkala Ukasyah melihat putih tubuh Rasulullah, ia segera mendekap tubuh Nabi sepuas-puasnya sambil berkata :"Tebusanmu adalah Rohku ya Rasul Allah, siapakah yang tega sampai hatinya untuk mengambil kesempatan mengqisas engkau ya Rasul Allah ? Saya sengaja berbuat demikian hanyalah karena berharap agar supaya tubuhku dapat menyentuh tubuh engkau yang mulia, dan agar supaya Allah S.W.T. dengan kehormatan engkau dapat menjagaku dari sentuhan api neraka ".Akhirnya berkatalah Nabi s.a.w.: "Ketahuilah wahai para sahabat ! Barang siapa yang ingin melihat penduduk surga, maka melihatlah kepada pribadi laki-laki ini !". Lantas bangkit berdirilah kaum Muslimin beramai-ramai mencium Ukasyah di antara kedua matanya dan mereka berkata : "Berbahagialah engkau yang telah mencapai derajad yang tinggi dan menjadi teman Rasulullah s.a.w. di surga kelak !".Ya Allah ! demi kemuliaan dan kebesaran Engkau mudahkanlah juga bagi kami mendapatkan syafa'atnya Rasulullah s.a.w. di kampung akhirat yang abadi ! Amien ! (Mau'idzatul Hasanah)Berkata Ibnu Mas'ud (salah seorang diantara sahabat Nabi yang terdekat) :Di kala telah dekat waktu wafatnya Rasulullah s.a.w. kami berkumpul bersama-sama di rumah ibu kita Aisyah r.a. Nabi menoleh kepada kami dan kemudian kedua matanya mencucurkan air mata, dan kemudian beliau berkata antara lain : "Ahlan, wassalaamu'alaikum warahmatullaahi wa barakaatuh (Selamat datang bagi kalian semua, semoga Allah melimpahkan rahmat Nya kepada kamu!). Aku berwasiat kepada kamu semua agar bertaqwalah dengan taat kepada-Nya. Telah dekat masa perpisahan dan waktu pulang kepada Allah dan kepada Surga Al-Makwa. Hendaklah Ali memandikan saya, Al-Fadhal bin Abbas dan Usamah bin Zaid yang menuangkan air, dan kemudian kafanilah aku dengan kainku jika kamu menghendaki yang demikian atau dengan kain putih buatan Yaman !"."Apabila kamu telah selesai memandikanku letakkanlah jenazahku diatas tempat tidurku di rumahku ini di atas pinggir lubang kuburku.Kemudian bawalah aku keluar sesaat, maka awal pertama kali yang memberi sholawat kepadaku adalah Allah 'Azza wa Jalla sendiri, kemudian Jibrail, kemudian Mikail, kemudian Israfil, kemudian malaikat Maut (Izrail) bersama pasukannya dan kemudian segenap para Malaikat. Sesudah itu barulah kamu masuk kepadaku rombongan demi rombongan dan sholatkanlah aku bersama-sama!".Setelah para sahabat mendengar kata-kata amanah perpisahan Rasulullah s.a.w. mereka menjerit dan menangis dan kemudian berkata : "Ya Rasul Allah ! Engkau adalah Rasul kami, penghimpun pembina kekuatan kami dan penguasa urusan kami, apabila engkau pergi dari kalangan kami, kepada siapakah gerangan lagi kami serahkan urusan kami ?".Maka menjawablah Nabi s.a.w. antara lain demikian bunyinya :"Aku tinggalkan kamu di atas jalan yang terang, dan aku tinggalkan untukmu dua juru nasehat: yang berbicara dan yang diam. Penasehat yang berbicara ialah Al-Qur'an dan yang diam ialah Maut. Apabila kamu menghadapi persoalan-persoalan yang musykil, maka kembalilah kepada Al-Qur'an dan Sunnah, dan apabila hatimu kesat-kusut, maka tuntunlah dia dengan mengambil iktibar(mengambil hikmah) tentang peristiwa-peristiwa maut !".Setelah itu Rasulullah jatuh sakit pada akhir bulan Safar dan tetap sakit selama 18 hari (ada yang mengatakan 13 hari dan ada pula yang mengatakan 7 hari) yang senantiasa dijenguk oleh para sahabat. Adalah beliau menderita sakit kepala sampai beliau berpulang ke Rahmatullah.Beliau diangkat Allah menjadi Rasul pada hari senin dan meninggal dunia pada hari senin juga. Pada hari akhir hayat beliau, penyakit beliau bertambah berat. Dalam keadaan beliau yang kritis itu, beliau masih terkenang kepada kaum fakir-miskin dan melarat, dan teringat bahwa masih ada uang simpanannya sebanyak 7 dinar dalam rumahnya. Disuruhnya istrinya tercinta, Siti Aisyah r.a. untuk mengambilkan uangnya itu sambil berkata :"Bagaimana gerangan persangkaan Muhammad terhadap Tuhannya, sekiranya ia menemui Tuhannya sedang di tangannya tergenggam benda ini ?" Kemudian diserahkannyalah harta miliknya yang terakhir itu kepada fakir-miskin sebagai nilai kebajikan.Setelah Bilal menyerukan adzan di waktu Subuh dengan semerdu-merdu suaranya ia pun berdiri di muka pintu rumah Rasulullah, maka ia pun memberi salam."Assalamu'alaikum ya Rasul Allah!"Menyahutlah Fatimah, puteri tersayang beliau yang senantiasa mendampingi ayahnya di kala sakit. "Rasulullah sedang sibuk dengan dirinya sendiri".Kemudian Bilal pergi ke Masjid dan ia tidak mengerti kata-kata Fatimah itu. Tatkala sholat Subuh akan dimulai, maka ia datang ke rumah untuk kedua kalinya dan ia berdiri di pintu sambil mengucapkan salam seperti semula. Kali ini suaranya didengar Rasulullah dan lantas menyuruhnya masuk dengan katanya : "Masuklah engkau Bilal ! Saya sibuk merawat diri saya dan sakitku bertambah berat. Hai Bilal, suruhlah Abu Bakar memimpin (Imam) Sholat berjamaah!". Kemudian Bilal pun keluar rumah menuju ke Masjid sambil menangis dan tangannya diletakkan di atas kepalanya dan sambil mengeluh ia berkata:"Oh, musibah, putuslah harapan dan patahlah semangat ! Wahai kiranya, alangkah baiknya kalau aku tidak dilahirkan ibuku!". Kemudian ia masuk ke dalam Masjid memanggil Abu Bakar."Hai Abu Bakar !”, ujarnya. “Sesungguhnya Rasulullah menyuruh engkau tampil supaya mengimami orang banyak karena beliau sangat sibuk sekali dengan keadaan yang menimpa diri beliau".Waktu Aisyah mendengar Rasulullah menyuruh ayahnya untuk mengimami sholat, ia mengemukakan keberatannya yang sangat kepada Rasulullah, karena katanya, ayahnya adalah orang lemah."Ayahku, Abu Bakar adalah orang yang lemah, dan bila ia menggantikan kedudukan engkau, niscaya ia tidak mampu kelak", ujar Aisyah. Karena menurut pandangan Aisyah, bahwa konsekuensi menjadi imam itu adalah berat, karena bukan saja seorang itu mampu jadi Imam di Masjid, tetapi juga harus mampu menjadi Imam dalam masyarakat sebagai insan teladan. Dan menurut Aisyah, ayahnya adalah orang lemah yang tidak akan mampu mengemban dan mendukung tugas amanah yang berat itu.Berkali-kali Aisyah mengemukakan keberatannya, sehingga Nabi marah, dan alasan Siti Aisyah itu tidak dihiraukan oleh beliau, karena ia lebih tahu menilai kecakapan para sahabatnya daripada isterinya Aisyah itu. Beliau tetap memerintahkan dan berkata sekali lagi:"Suruhlah Abu Bakar memimpin sholat bersama orang banyak !" Demikianlah akhirnya Abu Bakar sempat mengimami sholat jama'ah bersama kaum muslimin selama 17 waktu menjelang akhir hayat Rasulullah.Ingatlah akan dua juru nasehat yaitu Al-Qur'an yang akan membimbing dan menuntun kita hingga sampai pada tujuan hidup yang hakiki, dan Maut yang batasnya dengan Hidup adalah jauh lebih tipis dari selembar rambut kita sehingga akan membuat hidup lebih berhati-hati detik demi detik. Serta ingatlah bahwa harta yang engkau genggam selain bisa menyelamatkanmu bahkan sanggup menyengsarakan kehidupanmu tidak hanya di dunia juga kelak di akhirat.Tatkala Abu Bakar melihat ke mihrab Rasulullah, memang ia melihat mihrab dalam keadaan kosong dari kehadiran Rasul, sehingga ia tidak dapat menguasai dirinya sehingga terpekik dan kemudian ia keluar kembali dalam suasana yang penuh duka cita. Maka menjadi gemparlah kaum Muslimin dan kegemparan itu terdengar oleh Rasulullah.Kepada Fatimah beliau bertanya : "Ada apa ini pekik dan kegemparan ?"."Kaum Muslimin menjadi gempar karena mereka tidak melihat ayah berada di kalangan mereka", jawab Fatimah.Rasulullah kemudian memanggil Ali bin Abi Tholib dan Fadhal bin Abbas untuk membimbing beliau pergi ke Masjid, dan beliau pun sempat berjamaah bersama mereka pada hari Senin itu. Rasulullah memang memaksakan dirinya pergi ke Masjid pada pagi Subuh terakhir itu untuk memberikan ketentraman ke dalam hati umatnya yang sedang resah dan kuatir. Anas bin Malik (seorang sahabat pembantu rumah tangga Rasulullah yang setia selama sepuluh tahun sampai Rasulullah wafat) mengatakan :"Saya tidak pernah melihat Nabi secerah berseri seperti halnya dengan keadaan beliau di kala Subuh terakhir itu".Ya, sambil tersenyum beliau melambaikan tangannya kepada para jemaah yang ramai berdesak-desak itu, demi untuk menghibur dan membujuk jiwa mereka yang sedang dirundung gelisah dan cemas selama ini.Kemudian setelah selesai menunaikan Shalat berjamaah, maka beliau menghadapkan wajahnya kepada orang banyak sambil berkata :"Wahai kaum Muslimin ! Kamu semua berada di bawah perlindungan Allah dan penjagaan-Nya. Janganlah lupa bertaqwa kepada Allah dan mentaatiNya, karena aku tak lama lagi akan meninggalkan dunia ini. Inilah awal hari akhirat bagiku dan akhir hari duniaku !"Kemudian beliau berdiri dan pergi masuk ke dalam rumah beliau. Setelah itu Allah SWT, memberi perintah kepada Malaikat Maut :"Turunlah engkau kepada kekasih-Ku dengan rupa sebagus-bagusnya dan bersikap lemah lembutlah kepadanya dalam menggenggam rohnya. Apabila ia telah memberi izin kepadamu, maka barulah engkau boleh masuk ke dalam rumahnya. Tetapi apabila ia tidak memberi izin maka janganlah engkau masuk dan kembali sajalah !".Maka turunlah Malaikat Maut (Izrail) ke dunia dengan roman muka seorang Arab, lalu mengucapkan salam :"Assalaamu'alaikum, wahai para keluarga rumah tangga Nabi dan sumber kerasulan ! Apakah saya diijinkan masuk ?"Fatimah menjawab dengan berkata : "Hai hamba Allah, sesungguhnya Rasulullah sedang sibuk dengan dirinya !".Kemudian Malaikat Maut itu berseru untuk kedua kalinya : "Assalaamu'alaikum ya Rasul Allah dan wahai keluarga rumah tangga kenabian, apakah saya diperbolehkan masuk ?"Nabi s.a.w. mendengar suara itu, maka ia bertanya : "Hai Fatimah, siapakah itu gerangan yang berada di pintu ?"."Seorang lelaki Arab memanggil ayah, telah aku katakan kepadanya, bahwa Rasulullah sibuk dengan dirinya sendiri. Kemudian orang itu memanggil sekali lagi dan telah saya berikan jawaban yang sama, tetapi ia memandang kepadaku, maka tegak meremanglah bulu roma kulitku, takutlah hatiku, gemetar segala tulang persendianku dan pucatlah aku", jawab Fatimah.Maka berkatalah Nabi s.a.w. : "Tahukah engkau siapakah sebenarnya orang itu ya Fatimah ?"."Tidak tahu ayah ", sahut Fatimah.Berkatalah Rasulullah s.a.w. : "Itulah dia pemusnah segala kelezatan hidup, pemutus segala kesenangan, pencerai-berai persatuan, peroboh rumah tangga dan penambah ramainya penghuni kubur".Mendengar itu, menangislah Fatimah dengan tangisnya yang keras menjadi-jadi, melolong dan ia berkata : "Wahai ! akan meninggal kiranya penutup para Nabi;” "Wahai bencana ! akan berpulang kiranya orang taqwa terbaik, dan akan lenyaplah Pemimpin dari segala tokoh orang suci”."Ah..., celaka ! pasti terputuslah wahyu dari langit. Akan terhalanglah aku dari mendengar kata-kata ayah mulai hari ini, dan aku tidak pernah lagi mendengarkan salam ayah sejak hari ini".Nabi menjawab : "Ya Fatimah ! Engkaulah keluargaku yang pertama kali berhubungan dengan aku". Dan kemudian beliau berkata kepada Malaikat Maut yang sedang menunggu di luar, "Silahkan engkau masuk hai Malaikat Maut !" Maka Malaikat Maut pun masuklah sambil mengucapkan salam : "Salam sejahtera atasmu ya Rasul Allah !" yang lalu dijawab oleh Nabi s.a.w."Dan juga salam sejahtera bagimu ya Malaikat Maut ! Apakah kedatangan engkau ini berupa kunjungan ziarah ataukah bertugas mencabut nyawa ?""Aku datang untuk keduanya, ziarah dan juga bertugas untuk mencabut nyawa, itu pun jika beroleh izin daripadamu; dan jika tidak saya akan kembali", sahut Malaikat Maut itu. Nabi bertanya pula : "Ya Malaikat Maut, dimana tadi engkau tinggalkan Jibrail ?""Saya tinggalkan dia di langit dunia dan para Malaikat senantiasa memuliakannya", jawab Malaikat Maut. Dan tak berapa lama kemudian, maka datanglah Malaikat Jibrail a.s. menyusul, dan terus duduk di dekat kepala Rasulullah. "Apakah engkau tidak tahu, bahwa perintah telah dekat?" tanya Rasulullah kepada Jibrail."Benar, ya Rasul Allah !" sahut Jibrail.“Gembirakanlah saya ! Apakah gerangan kehormatan yang kiranya akan saya peroleh di sisi Allah ?" tanya Rasulullah."Sesungguhnya pintu-pintu langit telah dibuka, dan para Malaikat telah siap berbaris-baris menunggu kedatangan roh engkau di langit; pintu-pintu surga pun telah dibuka menyongsong kedatangan roh engkau", kata Jibrail."Alhamdulillah", jawab Nabi s.a.w. yang kemudian berkata : "Ya Jibrail ! Gembirakanlah aku, bagaimana keadaan umatku nanti di hari Kiamat ?""Aku beri engkau kabar gembira, bahwa Allah SWT telah berfirman : Sesungguhnya Aku (Allah) telah mengharamkan surga bagi semua Nabi-Nabi sebelum engkau memasukinya terlebih dahulu, dan Allah mengharamkan pula surga itu kepada sekalian umat manusia sebelum umat engkau terlebih dahulu memasukinya", jawab Jibrail."Sekarang barulah senang hatiku dan hilang kekhawatiranku", kata Nabi yang selanjutnya menghadapkan ucapannya terhadap Malaikat Maut :"Ya Malaikat Maut, sekarang mendekatlah kepadaku !" Maka mendekatlah Malaikat Maut mengadakan pemeriksaan untuk menggenggam roh Nabi s.a.w. Tatkala sampai roh itu di pusat, Nabi berkata kepada Malaikat Jibrail : "Alangkah beratnya penderitaan maut itu !" Jibrail pun tak sampai hati melihat keadaan Nabi yang dalam keadaan seperti itu dan ia pun memalingkan wajahnya sejenak dari memandang Rasulullah s.a.w. "Apakah engkau benci melihat wajahku, ya Jibrail ?" tanya Rasulullah."Wahai kekasih Allah, siapakah gerangan yang tega sampai hatinya melihat wajahmu sedang engkau berada dalam situasi kritis sekarat al-maut ?" jawab Jibrail.Berkata Anas bin Malik r.a.: adalah roh Nabi s.a.w. sampai di dadanya dan beliau waktu itu masih dapat berkata : "Aku berpesan kepada kamu semua tentang Shalat dan tentang hamba sahaya yang berada di bawah tanggung jawab kamu". Dan pada penghujung nafasnya yang terakhir beliau menggerakkan kedua bibirnya dua kali dan aku pun mendekatkan telingaku baik-baik, maka aku masih sempat mendengar beliau berkata dengan pelan-pelan : "Ummati ! Ummati !" (umatku ! umatku!). Maka dijemputlah roh suci Rasulullah s.a.w. dalam keadaan wajah berseri-seri dan bibir manis yang bagaikan hendak tersenyum, dipangkuan isteri tercinta, Aisyah r.a. pada hari Senin tanggal 12 bulan Rabi'ul Awwal, yakni di kala matahari telah tergelincir di tengah hari pada tahun ke-11 Hijriah, bersesuaian dengan tanggal 3 Juni tahun 632 Masehi. (menurut M.Khudhary Bey : hari senin 13 Rabi'ul awwal th. 11H - 18 Juni 633 M; menurut M Ridha tanggal 7 Juni 632 M.) . Dan adalah umur Nabi waktu itu genap 63 tahun menurut riwayat yang termashur dan yang paling sah. Inna lillahi wa Inna Ilaihi Raji'un Sekiranya dunia ini boleh kekaluntuk seseorang sesungguhnya Rasulullah s.a.w. adalah penghuninya yang abadi.Diriwayatkan pula, bahwa ketika Ali bin Abi Tholib meletakkan jasad Rasulullah di atas tempat tidurnya, tiba-tiba terdengar suara ghaib dari pojok rumah berseru dengan nada tinggi :"Jangan kamu mandikan jenazah Muhammad, karena ia adalah orang yang suci lagi pula membawa kesucian !"Ali curiga terhadap suara itu dan ia bertanya :"Siapa engkau ? padahal Rasulullah menyuruh kami memandikannya". Tiba-tiba terdengar pula suara ghaib yang lain yang berseru sebaliknya :"Hai Ali, mandikanlah beliau ! Suara yang pertama itu adalah suara iblis yang terkutuk karena dengki terhadap Muhammad s.a.w., dan ia bermaksud agar supaya Nabi Muhammad dimasukkan ke dalam liang kuburnya dalam keadaan tidak dimandikan (suci-bersih)"."Semoga Allah membalasi engkau dengan kebajikan dikala engkau telah memberitahukan, bahwa suara itu adalah suara iblis. Sekarang siapakah pula sebenarnya engkau sendiri ?" tanya Ali."Saya adalah Chidhir", jawabnya. “Saya datang untuk menghadiri jenazah Muhammad s.a.w.” Kemudian Ali bin abi Tholib r.a. memandikan jenazah Rasulullah sedang Al-Fadhal bin Abbas dan Usamah bin Zaid r.a. menimba air, dan Malaikat Jibrail a.s. datang membawa harum-haruman dari surga. Mereka kafani dan kuburkan beliau di kamar rumah Siti Aisyah r.a. pada malam Rabu, dan ada yang mengatakan pada malam Selasa.Sambil berdiri di kubur Nabi s.a.w. isteri beliau tercinta Aisyah pun berkata, bersenandung dengan suara terharu : Wahai orang yang tidak pernah memakai sutera, yang tak pernah tidur di atas kasur yang empuk,Wahai orang yang keluar dari dunia dan perutnya tidak pernah kenyang dengan roti gandum,Wahai orang yang memilih tikar untuk tempat tidur,Wahai orang yang tidak tidur sepanjang malam (karena lamanya melaksanakan qiyamul lail) karena takut sentuhan neraka Sa'ir........Kedukaan yang menimpa keluarga Rasulullah terpancar ke seluruh kaum Muslimin yang seperti anak ayam kehilangan induknya. Mereka ada yang panik sehingga tidak mau mengakui fakta takdir yang sedang menimpa mereka. Umar bin Khattab sendiri malah bersikap sedemikian rupa seolah-olah lupa diri dengan penuh nafsu menghunus mata pedangnya marah-marah dimuka orang banyak dengan berkata : "Siapa yang berani mengatakan bahwa Muhammad telah mati akan saya pukul dengan pedang ini".Selanjutnya ia berkata : "Bahwa Muhammad tidaklah mati, tetapi ia hanya pergi buat sementara kepada Tuhan sebagaimana Musa binImran menghilang sementara dari kaumnya selama 40 malam dan kemudian ia kembali setelah ia dikatakan orang telah mati. Demi Allah, Rasulullah akan kembali pula sebagaimana halnya Musa kembali !" Abu Bakar yang terlambat datang karena rumahnya yang jauh langsung saja masuk ke dalam rumah Aisyah tanpa menoleh ke kanan - kiri dan tidak menghiraukan keadaan orang lain yang sedang panik. Dilihatnya Rasulullah terbaring di atas tempat tidurnya. Dibukanya kain selubung yang menutupi wajah Rasulullah, lantas diciumnya wajah yang mulia itu dan kemudian ia pun menangislah sambil berkata :"Demi ayah bundaku, alangkah indahnya hidupmu dan alangkah indahnya matimu ! Demi Allah , sekali-kali tidak akan terkumpul dua kematian atas dirimu. Adapun mati yang telah ditentukan Allah bagimu, telah engkau temui. Dan setelah itu takkan ada lagi kematian yang datang kepadamu buat selama-lamanya !".Kemudian barulah ia keluar dan mendapati Umar masih bicara menurut sekehendak hatinya belaka. Melihat keadaan yang demikian barulah Abu Bakar bicara menenteramkan orang ramai. Dan orang-orang pun termasuk Umar pun duduk mendengarkan ucapan Abu Bakar. Setelah terlebih dahulu mengucapkan puji dan sanjung ke hadirat Allah yang Maha Kuasa, berkatalah ia : "Wahai manusia ! Barang siapa yang menyembah Muhammad maka Muhammad telah mati. Tetapi barang siapa yang menyembah Allah, maka sesungguhnya Allah hidup, tidak akan mati-mati untuk selama-lamanya." "Sesungguhnya engkau akan mati dan mereka pun akan mati !" (Az-Zumar : 30) Kemudian Abu Bakar membacakan firman Allah yang lainnya : "Muhammad itu tidak lain, melainkan hanya seorang Rasul. Telah banyak berlalu Rasul-rasul sebelumnya. Apakah sekiranya ia mati atau terbunuh, kamu akan berpaling atas tumit-tumit kamu ? Dan barangsiapa yang murtad, maka hal itu tidak akan menyusahkan Allah sedikitpun. Dan Allah pasti membalas jasa orang-orang yang bersyukur kepada Nya !" (Ali-Imron : 144) Demikianlah akhirnya para sahabat dan seluruh umat Rasulullah tersadar seolah-olah mereka tidak pernah membaca ayat ini dan dengan penuh keikhlasan mau menerima takdir ini. Akhirnya marilah kita ungkapkan kembali ratapan seorang penyair, sahabat Rasulullah, Hasan bin Tsabit dalam sebuah sajaknya..... Engkau adalah biji mataku Dengan kematianmu aku menjadi buta, tak bisa melihat. Siapa yang ingin mati sepeninggalmu, biarlah ia mati pergi menemui ajalnya, Aku, hanya risau haru dengan kepergianmu....
»» READ MORE..
0 komentar Beri komentar Anda di sini...

'' Sungguh Indah Ciptaan Allah ''

by Cnak Dozzy >>>

*******BERMIMPI MATAHARI TURUN KERUMAHNYA******* Dia adalah Khadijah r.a, seorang wanita janda,bangsawan, hartawan, cantik dan budiman. Ia disegani oleh masyarakat Quraisy khususnya, dan bangsa Arab pada umumnya. Sebagai seorang pengusaha, ia banyak memberikan bantuan dan modal kepada pedagang-pedagang atau melantik orang-orang untuk mewakili urusan-urusan perniagaannya ke luar negeri. Banyak pemuka Quraisy yang ingin menikahinya dan sanggup membayar mas kawin berapa pun yang dikehendakinya, namun selalu ditolaknya dengan halus kerana tak ada yang berkenan di hatinya. Pada suatu malam ia bermimpi melihat matahari turun dari langit,masuk ke dalam rumahnya serta memancarkan sinarnya ke semua tempat sehingga tiada sebuah rumah di kota Makkah yang luput dari sinarnya. Mimpi itu diceritakan kepada anak bapak saudaranya yang bernama Waraqah bin Naufal. Dia seorang lelaki yang berumur lanjut, ahli dalam mentakbirkan mimpi dan ahli tentang sejarah bangsa-bangsa purba. Waraqah juga mempunyai pengetahuan luas dalam agama yang dibawa oleh Nabi-Nabi terdahulu.Waraqah berkata: "Takwil dari mimpimu itu ialah bahwa engkau akan menikah kelak dengan seorang Nabi akhir zaman." "Nabi itu berasal dari negeri mana?" tanya Khadijah bersungguh-sungguh."Dari kota Makkah ini!" ujar Waraqah singkat. "Dari suku mana?" "Dari suku Quraisy juga." Khadijah bertanya lebih jauh: "Dari keluarga mana?" "Dari keluarga Bani Hasyim, keluarga terhormat," kata Waraqah dengan nada menghibur. Khadijah terdiam sejenak, kemudian tanpa sabar meneruskan pertanyaan terakhir: "Siapakah nama bakal orang agung itu, hai anak bapa saudaraku?" Orang tua itu mempertegas: "Namanya Muhammad SAW.Dialah bakal suamimu!" Khadijah pulang ke rumahnya dengan perasaan yang luar biasa gembiranya. Belum pernah ia merasakan kegembiraan sedemikian hebat. Maka sejak itulah Khadijah sentiasa bersikap menunggu dari manakah gerangan kelak munculnya sang pemimpin itu. *****NABI MUHAMMAD BERNIAGA***** Muhammad, bakal suami wanita hartawan itu, adalah seorang yatim piatu yang miskin sejak kecilnya,dipelihara oleh bapa saudaranya, Abu Thalib, yang hidupnya pun serba kekurangan. Meskipun demikian, bapa saudaranya amat sayang kepadanya, menganggapnya seperti anak kandung sendiri, mendidik dan mengasuhnya sebaik-baiknya dengan adab, tingkah laku dan budi pekerti yang terpuji.Pada suatu ketika, Abu Thalib berbincang-bincang dengan saudara perempuannya bernama ‘Atiqah mengenai diri Muhammad. Beliau berkata: "Muhammad sudah pemuda dua puluh empat tahun. Semestinyalah sudah kahwin.Tapi kita tak mampu mengadakan perbelanjaan, dan tidak tahu apa yang harus diperbuat." Setelah memikirkan segala ikhtiar, ‘Atiqah pun berkata: "Saudaraku, saya mendengar berita bahwa Khadijah akan memberangkatkan kafilah niaga ke negeri Syam dalam waktu dekat ini. Siapa yang berhubungan dengannya biasanya rezekinya bagus, diberkati Allah SWT. Bagaimana kalau kita pekerjakan Muhammad kepadanya? Saya kira inilah jalan untuk memperolehi nafkah, kemudian dicarikan isterinya." Abu Thalib menyetujui saranan saudara perempuannya.Dirundingkan dengan Muhammad, ia pun tidak keberatan.‘Atiqah mendatangi wanita hartawan itu, melamar pekerjaan bagi Muhammad, agar kiranya dapat diikut sertakan dalam kafilah niaga ke negeri Syam.Khadijah, tatkala mendengar nama "Muhammad", ia berfikir dalam hatinya: "Oh... inilah takbir mimpiku sebagaimana yang diramalkan oleh Waraqah bin Naufal, bahwa ia dari suku Quraisy dan dari keluarga Bani Hasyim, dan namanya Muhammad, orang terpuji, berbudi pekerti tinggi dan nabi akhir zaman." Seketika itu juga timbullah hasrat di dalam hatinya untuk bersuamikan Muhammad, tetapi tidak dilahirkannya karena khuatir akan fitnah. "Baiklah," ujar Khadijah kepada ‘Atiqah, "saya terima Muhammad dan saya berterima kasih atas kesediaannya.Semoga Allah SWT melimpahkan berkatnya atas kita bersama.". Wajah Khadijah cerah, tersenyum sopan,menyembunyikan apa yang tersudut di kalbunya.Kemudian ia meneruskan: "Wahai ‘Atiqah, saya tempatkan setiap orang dalam rombongan niaga dengan penghasilan tinggi, dan bagi Muhammad SAW akan diberikan lebih tinggi dari biasanya." Atiqah berterima kasih, ia pulang dengan perasaan gembira menemui saudaranya, menceritakan kepadanya hasil perundingannya dengan wanita hartawan dan budiman itu. Abu Thalib menyambutnya dengan gembira. Kedua bersaudara itu memanggil Muhammad SAW seraya berkata: "Pergilah anakanda kepada Khadijah r.a, ia menerima engkau sebagai pekerjanya. Kerjakanlah tugasmu sebaik-baiknya."Muhammad SAW menuju ke rumah wanita pengusaha itu.Sementara akan keluar dari pekarangan rumah bapa saudaranya, tiba-tibalah ia mencucurkan air mata kesedihan mengenang nasibnya. Tiada yang menyaksikannya dan menyertainya dalam kesedihan hati itu selain para malaikat langit dan bumi. *****KESAKSIAN SEORANG RAHIB***** Tatkala kafilah niaga itu siap akan berangkat,berkatalah Maisarah, kepala rombongan: "Hai Muhammad,pakailah baju bulu itu, dan peganglah bendera kafilah.Engkau berjalan di depan, menuju ke negeri Syam!"Muhammad SAW melaksanakan perintah. Setelah iring-iringan keluar dari halaman memasuki jalan raya,tanpa sedar Muhammad SAW menangis kembali, tiada yang melihatnya kecuali Allah dan para malaikat-Nya. Dari mulutnya terucap suara kecil: "Aduh hai nasib! Mana gerangan ayahku Abdullah, mana gerangan ibuku Aminah.Kiranyalah mereka menyaksikan nasib anakandanya yang miskin yatim piatu ini, yang justeru lantaran ketiadaannyalah sehingga terbawa jadi buruh upahan ke negeri jauh. Aku tidak tahu apakah aku masih akan kembali lagi ke negeri ini, tanah tumpah darahku."Jeritan batin itu membuat para malaikat langit bersedih. Mereka memintakan rahmat baginya. Maisarah memperlakukan Muhammad SAW dengan agak istimewa,sesuai dengan wasiat Khadijah. Diberinya pakaian terhormat, kenderaan unta yang tangkas dengan segala perlengkapannya. Perjalanan mengambil waktu beberapa hari. Terik matahari begitu panas sekali. Tetapi Muhammad SAW berjalan sentiasa dipayungi awan yang menaunginya hingga mereka berhenti di sebuah peristirehatan dekat rumah seorang Rahib Nasrani.Muhammad SAW turun dari untanya, pergi berangin-angin melepaskan lelah di bawah pohon yang teduh.Rahib keluar dari tempat pertapaannya. Ia hairan melihat gumpalan awan menaungi kafilah dari Makkah, padahal tak pernah terjadi selama ini. Ia tahu apa erti tanda itu karena pernah dibacanya di dalam Kitab Taurat.Rahib menyiapkan suatu perjamuan bagi kafilah itu dengan maksud untuk menyiasat siapa pemilik karamah dari kalangan mereka. Semua anggota rombongan hadir dalam majlis perjamuan itu, kecuali Muhammad SAW seorang diri yang tinggal untuk menjaga barang-barang dan kenderaan. Ketika Rahib melihat awan itu tidak bergerak, tetap di atas kafilah, bertanyalah beliau: "Apakah di antara kalian masih ada yang tidak hadir di sini?"Maisarah menjawab: "Hanya seorang yang tinggal untuk menjaga barang-barang." Rahib pergi menjemput Muhammad SAW dan terus menjabat tangannya, membawanya ke majlis perjamuan. Ketika Muhammad SAW. bergerak, Rahib memperhatikan awan itu turut bergerak pula mengikuti arah ke mana Muhammad SAW berjalan. Dan di saat Muhammad SAW masuk ke ruangan perjamuan, Rahib keluar kembali menyaksikan awan itu, dan dilihatnya awan itu tetap di atas, tidak bergerak sedikit pun walaupun dihembus angin. Maka mengertilah ia siapa gerangan yang memiliki karamah dan keutamaan itu.Rahib masuk kembali dan mendekati Muhammad SAW,bertanya: "Hai pemuda, dari negeri mana asalmu?" "Dari Makkah". "Dari qabilah mana?" tanya sang Rahib. "Dari Quraisy, tuan!" "Dari keluarga siapa?" "Keluarga Bani Hasyim." ‘Siapa namamu?" "Namaku, Muhammad." Serta merta ketika mendengar nama itu, Rahib berdiri dan terus memeluk Muhammad SAW serta menciumnya di antara kedua alisnya seraya mengucapkan: "Laa IlaahaIllallaah, Muhammadar Rasulullah." Ia menatap wajah Muhammad SAW dengan perasaan takjub,seraya bertanya: "Sudikah engkau memperlihatkan tanda di badanmu agar jiwaku tenteram dan keyakinanku lebih mantap?" "Tanda apakah yang tuan maksudkan?" tanya Muhammad SAW."Silakan buka bajumusupaya kulihat tanda akhir kenabian di antara kedua bahumu!" Muhammad SAW. memperkenankannya, dimana Rahib tua itu melihat dengan jelas ciri-ciri yang dimaksudkan."Ya....ya....tertolong, tertolong!" seru Rahib. "Pergilah ke mana hendak pergi. Engkau terus ditolong!" Rahib itu mengusap wajah Muhammad SAW, sambil menambahkan: "Hai hiasan di hari kemudian, hai pemberi syafa’at di akhirat, hai peribadi yang mulia, hai pembawa nikmat, hai nabi rahmat bagi seluruh alam!" Dengan pengakuan demikian, Rahib dari Ahlil-Kitab itu telah menjadi seorang muslim sebelum Muhammad SAW. dengan rasmi menerima wahyu kerasulan dari langit. *****PADERI PADERI YAHUDI GEMENTAR KETAKUTAN***** Pasar dibuka beberapa hari lamanya. Semua jualan laris dengan keuntungan berlipat ganda, mengatasi pengalaman yang sudah-sudah. Kebetulan pada saat itu bertepatan dengan hari Yahudi, yang dimeriahkan dengan upacara besar-besaran. Muhammad SAW, Abu Bakar dan Maisarah keluar menonton keramaian itu. Tatkala Muhammad SAW memasuki tempat upacara untuk menyaksikan cara mereka beribadat, maka tiba-tiba berjatuhanlah semua lilin-lilin menyala yang bergantungan pada tali di sekitar ruangan, yang menyebabkan paderi-paderi Yahudi gemetar ketakutan. Seorang di antara mereka bertanya: "Alamat apakah ini?" Semuanya hairan, cemas dan ketakutan. "Ini bererti ada orang asing yang hadir di sini,"jawab pengerusi upacara. "Kita baca dalam Taurat bahwa alamat ini akan muncul bilamana seorang lelaki bernama Muhammad SAW, Nabi akhir zaman, mendatangi hari raya agama Yahudi. Mungkinlah sekarang orang itu berada di ruangan kita ini. Carilah lelaki itu, dan kalau bertemu, segeralah tangkap!" Abu Bakar r.a, sahabat Muhammad SAW sejak dari kecil,dan Maisarah, yang mendengar berita itu segera mendekati Muhammad SAW yang berdiri agak terpisah, dan mengajaknya keluar perlahan-lahan di tengah-tengah kesibukan orang yang berdesak-desakan keluar masuk ruangan. Tanpa menunda waktu lagi, Maisarah segera memerintahkan kafilah berangkat pulang ke Makkah. Dengan demikian tertolonglah Muhammad SAW dari kejahatan orang-orang Yahudi *****NABI MUHAMMAD PULANG KEMEKKAH***** Biasanya dalam perjalanan pulang, kira-kira jarak tujuh hari lagi mendekati Makkah, Maisarah mengirim seorang utusan kepada Khadijah r.a, memberitahukan bakal kedatangan kafilah serta perkara-perkara lain yang menyangkut perjalanan. Maisarah menawarkan kepada Muhammad SAW: "Apakah engkau bersedia diutus membawa berita ke Makkah?" Muhammad SAW berkata: "Ya, saya bersedia apabila ditugaskan". Pemimpin rombongan mempersiapkan unta yang cepat untuk dinaiki oleh utusan yang akan berangkat terlebih dahulu ke kota Makkah. Ia pun menulis sepucuk surat memberikan kepada majikannya bahwa perniagaan kafilah yang disertai Muhammad SAW mendapat hasil laba yang sangat memuaskan, dan menceritakan pula tentang pengalaman-pengalaman aneh yang berkaitan dengan diri Muhammad SAW. Tatkala Muhammad SAW menuntun untanya dan sudah hilang dari pandangan mata, maka Allah SWT menyampaikan wahyu kepada malaikat Jibril a.s .: "Hai Jibril, singkatkanlah bumi di bawah kaki-kaki unta Muhammad SAW! Hai Israfil, jagalah ia dari sebelah kanannya! Hai Mikail, jagalah ia dari sebelah kirinya! Hai awan, teduhilah ia di atas kepalanya!" Kemudian Allah SWT mendatangkan ngantuk kepadanya sehingga baginda SAW tertidur nyenyak dan tiba-tiba telah sampai di Makkah dalam tempo yang
cukup singkat.Saat terbangun, ia hairan mendapati dirinya telah berada di pintu masuk kota kelahirannya. Baginda SAW sedar bahwa ini adalah mukjizat Tuhan kepadanya, lalu bersyukur memuji Zat Yang Maha Kuasa. Sementara baginda SAW mengarahkan untanya menuju ke tempat Khadijah r.a, secara kebetulan Khadijah r.a pada saat itu sedang duduk sambil kepalanya keluar jendela memandangi jalan ke arah Syam, tiba-tiba dilihatnya Muhammad SAW di atas untanya dari arah bertentangan di bawah naungan awan yang bergerak perlahan-lahan di atas kepalanya. Khadijah r.a menajamkan matanya, bimbang kalau-kalau tertipu oleh penglihatannya, sebab yang dilihatnya hanyalah Muhammad SAW sendirian tanpa rombongan,padahal telah dipesannya kepada Maisarah agar menjaganya sebaik-baik. Ia bertanya kepada wanita-wanita sahayanya yang duduk di sekitarnya: "Apakah kamu mengenali siapa pengendara yang datang itu?" sambil tangannya menunjuk ke arah jalan.Seorang di antara mereka menjawab: "Seolah-olah Muhammad Al-Amiin, ya sayyidati!" Kegembiraan Khadijah r.a terlukis dalam ucapannya: "Kalau benar Muhammad Al-Amiin, maka kamu akan kumerdekakan bilamana ia telah sampai!" Tak lama kemudian muncullah Muhammad SAW di depan pintu rumah wanita hartawan itu, yang langsung menyambutnya dengan tutur sapa tulus ikhlas: "Kuberikan anda unta pilihan, tunggangan khusus dengan apa yang ada di atasnya." Muhammad SAW mengucapkan terima kasih, kemudian menyerahkan surat dari ketua rombongan. Ia minta izin pulang ke rumah bapa saudaranya setelah melaporkan tentang perniagaan mereka ke luar negeri. *****KHATIJAH MENAWARKAN DIRI***** Muhammad Al-Amiin muncul di rumah Khadijah. Wanita usahawan itu berkata: "Hai Al-Amiin, katakanlah apa keperluanmu!" Suaranya ramah, bernada dermawan.Dengan sikap merendahkan diri tapi tahu diharga dirinya, Muhammad SAW berbicara lurus, terus terang,meskipun agak malu-malu tetapi pasti. Katanya: "Kami sekeluarga memerlukan nafkah dari bahagianku dalam rombongan niaga. Keluarga kami amat memerlukannya untuk mencarikan jodoh bagi anak saudaranya yang yatim piatu". Kepalanya tertunduk, dan wanita hartawan itu memandangnya dengan penuh ketakjuban. "Oh, itukah....! Muhammad, upah itu sedikit, tidak menghasilkan apa-apa bagimu untuk menutupi keperluan yang engkau maksudkan," kata Khadijah r.a. "Tetapi biarlah, nanti saya sendiri yang mencarikan calon isteri bagimu". Ia berhenti sejenak, meneliti.Kemudian meneruskan dengan tekanan suara memikat dan mengandungi isyarat: "Aku hendak mengawinkanmu dengan seorang wanita bangsawan Arab. Orangnya baik, kaya, diingini oleh banyak raja-raja dan pembesar-pembesar Arab dan asing, tetapi ditolaknya. Kepadanyalah aku hendak membawamu". Khadijah tertunduk lalu melanjutkan: "Tetapi sayang, ada aibnya...! Dia dahulu sudah pernah bersuami. Kalau engkau mahu, maka dia akan menjadi pengkhidmat dan pengabdi kepadamu". Pemuda Al-Amiin tidak menjawab. Mereka sama-sama terdiam, sama-sama terpaku dalam pemikirannya masing-masing. Yang satu memerlukan jawapan, yang lainnya tak tahu apa mahu dijawab.Khadijah r.a tak dapat mengetahui apa yang terpendam di hati pemuda Bani Hasyim itu, pemuda yang terkenal dengan gelaran Al-Amiin (jujur). Pemuda Al-Amiin itupun mungkin belum mengetahui siapa kira-kira calon yang dimaksud oleh Khadijah r.a. Ia minta izin untuk pulang tanpa sesuatu keputusan yang ditinggalkan. Ia menceritakan kepada bapa saudaranya: "Aku merasa amat tersinggung oleh kata-kata Khadijah r.a. Seolah-olah dia memandang enteng dengan ucapannya ini dan itu "anu dan anu...."Ia mengulangi apa yang dikatakan oleh perempuan kaya itu. Atiqah juga marah mendengar berita itu. Dia seorang perempuan yang cepat naik darah kalau pihak yang dinilainya menyinggung kehormatan Bani Hasyim.Katanya: "Muhammad, kalau benar demikian, aku akan mendatanginya". Atiqah tiba di rumah Khadijah r.a dan terus menegurnya: "Khadijah, kalau kamu mempunyai harta kekayaan dan kebangsawan, maka kamipun memiliki kemuliaan dan

kebangsawanan. Kenapa kamu menghina puteraku, anak saudaraku Muhammad?" Khadijah r.a terkejut mendengarnya. Tak disangkanya bahwa kata-katanya itu akan dianggap penghinaan. Ia berdiri menyabarkan dan mendamaikan hati ‘Atiqah:"Siapakah yang sanggup menghina keturunanmu dan sukumu? Terus terang saja kukatakan kepadamu bahwa dirikulah yang kumaksudkan kepada Muhammad SAW. Kalau ia mahu, aku bersedia menikah dengannya; kalau tidak, aku pun berjanji tak akan bersuami hingga mati".Pernyataan jujur ikhlas dari Khadijah r.a membuat ‘Atiqah terdiam. Kedua wanita bangsawan itu sama-sama cerah. Percakapan menjadi serius. "Tapi Khadijah, apakah suara hatimu sudah dimaklumi oleh anak bapa saudaramu Waraqah bin Naufah?" tanya ‘Atiqah sambil meneruskan: "Kalau belum cubalah meminta persetujuannya." "Ia belum tahu, tapi katakanlah kepada saudaramu, Abu Thalib, supaya mengadakan perjamuan sederhana. Jamuan minum, dimana sepupuku diundang, dan disitulah diadakan lamaran", Khadijah r.a berkata seolah-olah hendak mengatur siasat. Ia yakin Waraqah takkan keberatan kerana dialah yang menafsirkan mimpinya akan bersuamikan seorang Nabi akhir zaman. ‘Atiqah pulang dengan perasaan tenang, puas. Pucuk dicinta ulam tiba. Ia segera menyampaikan berita gembira itu kepada saudara-saudaranya: Abu Thalib, Abu Lahab, Abbas dan Hamzah. Semua riang menyambut hasil pertemuan ‘Atiqah dengan Khadijah r.a. "Itu bagus sekali", kata Abu Thalib, "Tapi kita harus bermesyuarat dengan Muhammad SAW lebih dahulu." *****JANDA CANTIK BERMATA JELI***** Sebelum dijemput oleh bapasaudaranya, maka terlebih dahulu ia pun telah menerima seorang perempuan bernama Nafisah, utusan Khadijah r.a yang datang untuk menjalin hubungan kekeluargaan. Utusan peribadi Khadijah itu bertanya: "Muhammad, kenapa engkau masih belum berfikir mencari isteri?" Muhammad SAW menjawab: "Hasrat ada, tetapi kesanggupan belum ada." "Bagaimana kalau seandainya ada yang hendak menyediakan nafkah? Lalu engkau mendapat seorang isteri yang baik, cantik, berharta, berbangsa dan sekufu pula denganmu, apakah engkau akan menolaknya?" "Siapakah dia?" tanya Muhammad SAW."Khadijah!" Nafisah berterus terang. "Asalkan engkau bersedia, sempurnalah segalanya. Urusannya serahkan kepadaku!" Usaha Nafisah berjaya. Ia meninggalkan putera utama Bani Hasyim dan langsung menemui Khadijah r.a,menceritakan kesediaan Muhammad SAW. Setelah Muhammad SAW menerima pemberitahuan dari saudara-saudaranya tentang hasil pertemuan dengan Khadijah r.a, maka baginda tidak keberatan mendapatkan seorang janda yang usianya lima belas tahun lebih tua daripadanya.Betapa tidak setuju, apakah yang kurang pada Khadijah?Ia wanita bangsawan, cantik, hartawan, budiman. Dan utamanya pula karena hatinya telah dibukakan Tuhan untuk mencintainya, telah ditakdirkan akan dijodohkan dengannya.Kalau dikatakan janda, biarlah! Ia memang janda umur empat puluh, tapi janda yang masih segar, bertubuh ramping, berkulit putih dan bermata jeli.Maka diadakanlah acara yang penuh keindahan itu. Hadir sama Waraqah bin Naufal dan beberapa orang-orang terkemuka Arab yang sengaja dijemput. Abu Thalib dengan rasmi meminang Khadijah r.a kepada saudara sepupunya. Orang tua bijaksana itu setuju. Tetapi dia meminta tempoh untuk berunding dengan wanita berkenaan. *****PERNIKAHAN MUHAMMAD DENGAN KHATIJAH***** Khadijah r.a diminta pendapat. Dengan jujur ia berkata kepada Waraqah: "Hai anak bapa saudaraku, betapa aku akan menolak Muhammad SAW padahal ia sangat amanah, memiliki keperibadian yang luhur, kemuliaan dan keturunan bangsawan, lagi pula pertalian kekeluargaannya luas". "Benar katamu, Khadijah, hanya saja ia tak berharta",ujar Waraqah. "Kalau ia tak berharta, maka aku cukup berharta. Aku tak memerlukan harta lelaki. Kuwakilkan kepadamu untuk menikahkan aku dengannya," demikian Khadijah r.a menyerahkan urusannya. Waraqah bin Naufal kembali mendatangi Abu Thalib memberitakan bahwa dari pihak keluarga perempuan sudah bulat mufakat dan merestui bakal pernikahan kedua mempelai. Lamaran diterima dengan persetujuan mas kahwin lima ratus dirham. Abu Bakar r.a, yang kelak mendapat sebutan "Ash-Shiddiq" sahabat akrab Muhammad SAW. sejak dari masa kecil, memberikan sumbangan pakaian indah buatan Mesir, yang melambangkan kebangsawaan Quraisy, sebagaimana layaknya dipakai dalam upacara adat istiadat pernikahan agung, apalagi karena yang akan dinikahi adalah seorang hartawan dan bangsawan pula.Peristiwa pernikahan Muhammad SAW dengan Khadijah r.a. berlangsung pada hari Jumaat, dua bulan sesudah kembali dari perjalanan niaga ke negeri Syam.Bertindak sebagai wali Khadijah r.a ialah bapa saudaranya bernama ‘Amir bin Asad, sedang Waraqah bin Naufal membacakan khutbah pernikahan dengan fasih,disambut oleh Abu Thalib sebagai berikut:"Alhamdu Lillaah, segala puji bagi Allah Yang menciptakan kita keturunan (Nabi) Ibrahim, benih (Nabi) Ismail, anak cucu Ma’ad, dari keturunan Mudhar. "Begitupun kita memuji Allah SWT Yang menjadikan kita penjaga rumah-Nya, pengawal Tanah Haram-Nya yang aman sejahtera, dan menjadikan kita hakim terhadap sesama manusia. "Sesungguhnya anak saudaraku ini, Muhammad bin Abdullah, kalau akan ditimbang dengan laki-laki manapun juga, niscayalah ia lebih berat dari mereka sekalian. Walaupun ia tidak berharta, namun harta benda itu adalah bayang-bayang yang akan hilang dan sesuatu yangakan cepat perginya. Akan tetapi Muhammad SAW, tuan-tuan sudah sama mengenalinya siapa dia. Dia telah melamar Khadijah binti Khuwailid. Dia akan memberikan mas kahwin lima ratus dirham yang akan segera dibayarnya dengan tunai dari hartaku sendiri dan saudara-saudaraku. "Demi Allah SWT, sesungguhnya aku mempunyai firasat tentang dirinya bahwa sesudah ini, yakni di saat-saat mendatang, ia akan memperolehi berita gembira (albasyaarah) serta pengalaman-pengalaman hebat. "Semoga Allah memberkati pernikahan ini". Penyambutan untuk memeriahkan majlis pernikahan itu sangat meriah di rumah mempelai perempuan. Puluhan anak-anak lelaki dan perempuan berdiri berbaris di pintu sebelah kanan di sepanjang lorong yang dilalui oleh mempelai lelaki, mengucapkan salam marhaban kepada mempelai dan menghamburkan harum-haruman kepada para tamu dan pengiring. Selesai upacara dan tamu-tamu bubar, Khadijah r.a membuka isi hati kepada suaminya dengan ucapan: "Hai Al-Amiin, bergembiralah! Semua harta kekayaan ini baik yang bergerak mahupun yang tidak bergerak, yang terdiri dari bangunan-bangunan, rumah-rumah,barang-barang dagangan, hamba-hamba sahaya adalah menjadi milikmu. Engkau bebas membelanjakannya ke jalan mana yang engkau redhai !" Itulah sebagaimana Firman Allah SWT yang bermaksud:"Dan Dia (Allah) mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kekayaan".(Adh-Dhuhaa: 8) Alangkah bahagianya kedua pasangan mulia itu, hidup sebagai suami isteri yang sekufu,sehaluan, serasi dan secita-cita.. *****DIJAMIN MASUK KESYURGA***** Khadijah r.a mendampingi Muhammad SAW. selama dua puluh enam tahun, yakni enam belas tahun sebelum dilantik menjadi Nabi, dan sepuluh tahun sesudah masa kenabian. Ia isteri tunggal, tak ada duanya, bercerai karena kematian. Tahun wafatnya disebut "Tahun Kesedihan" (‘Aamul Huzni).Khadijah r.a adalah orang pertama sekali beriman kepada Rasulullah SAW. ketika wahyu pertama turun dari langit. Tidak ada yang mendahuluinya. Ketika Rasulullah SAW menceritakan pengalamannya pada peristiwa turunnya wahyu pertama yang dihantar Jibril ‘alaihissalam, dimana beliau merasa ketakutan dan menggigil menyaksikan bentuk Jibril a.s dalam rupa aslinya, maka Khadijahlah yang pertama dapat mengerti makna peristiwa itu dan menghiburnya, sambil berkata: "Bergembiralah dan tenteramkanlah hatimu. Demi Allah SWT yang menguasai diri Khadijah r.a, engkau ini benar-benar akan menjadi Nabi Pesuruh Allah bagi umat kita. "Allah SWT tidak akan mengecewakanmu. Bukankah engkau orang yang sentiasa berusaha untuk menghubungkan tali persaudaraan? Bukankah engkau selalu berkata benar?Bukankah engkau sentiasa menyantuni anak yatim piatu,menghormati tetamu dan menghulurkan bantuan kepada setiap orang yang ditimpa kemalangan dan musibah?" Khadijah r.a membela suaminya dengan harta dan dirinya di dalam menegakkan kalimah tauhid, serta selalu menghiburnya dalam duka derita yang dialaminya dari gangguan kaumnya yang masih ingkar terhadap kebenaran agama Islam, menangkis segala serangan caci maki yang dilancarkan oleh bangsawan-bangsawan dan hartawan Quraisy.Layaklah kalau Khadijah r.a mendapat keistimewaan khusus yang tidak dimiliki oleh wanita-wanita lain iaitu, menerima ucapan salam dari Allah SWT. yang dihantar oleh malaikat Jibril a.s kepada Rasulullah SAW. disertai salam dari Jibril a.s peribadi untuk disampaikan kepada Khadijah radiallahu ‘anha serta dihiburnya dengan syurga.Kesetiaan Khadijah r.a diimbangi oleh kecintaan Nabi SAW kepadanya tanpa terbatas. Nabi SAW pernah berkata: "Wanita yang utama dan yang pertama akan masuk Syurga ialah Khadijah binti Khuwailid, Fatimah binti Muhammad SAW., Maryam binti ‘Imran dan Asyiah binti Muzaahim,isteri Fir’aun". *****WANITA TERBAIK***** Sanjungan lain yang banyak kali diucapkan Rasulullah SAW. terhadap peribadi Khadijah r.a ialah: "Dia adalah seorang wanita yang terbaik, karena dia telah percaya dan beriman kepadaku di saat orang lain masih dalam bimbang keingkaran; dia telah membenarkan aku di saat orang lain mendustakanku; dia telah mengorbankan semua harta bendanya ketika orang lain mencegah kemurahannya terhadapku; dan dia telah melahirkan bagiku beberapa putera-puteri yang tidak ku dapatkan dari isteri-isteri yang lain". Putera-puteri Rasulullah SAW. dari Khadijah r.a sebanyak tujuh orang: tiga lelaki (kesemuanya meninggal di waktu kecil) dan empat wanita. Salah satu dari puterinya bernama Fatimah, dinikahkan dengan Ali bin Abu Thalib, sama-sama sesuku Bani Hasyim. Keturunan dari kedua pasangan inilah yang dibangsakan sebagai keturunan langsung dari Rasulullah SAW."
»» READ MORE..
0 komentar Beri komentar Anda di sini...

Looking for something?

Use the form below to search the site:

Still not finding what you're looking for? Drop a comment on a post or contact us so we can take care of it!

Subscribe by Email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner